MALANG KOTA, RADAR MALANG - Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMK negeri diumumkan kemarin (2/7). Total ada 4.732 siswa yang diterima dari tahap akhir pendaftaran jenjang SMK negeri itu. Total kuota mencapai 4.778 kursi.
Rata-rata siswa yang diterima punya nilai di angka 80.00 sampai 70.00. Namun paling banyak memang rata-rata nilai 75.00 sampai 79.00. ”Total tahun ini ada sekitar 7.350 siswa yang diterima di SMK negeri,” ujar Panitia SPMB Cabdin Kota Malang dan Kota Batu Robby Zunaidi.
Baca Juga: Persaingan Nilai di SPMB SMK Jalur Prestasi Akademik Tak Terlalu Ketat
Jalur prestasi akademik di jenjang SMK negeri memang paling banyak mengambil porsi. Total porsinya mencapai 65 persen dari empat tahap yang ada. Untuk itu, peluang masuknya paling tinggi dibanding jalur lain.
Komposisi nilai rata-rata untuk prestasi akademik sama dengan jenjang SMA negeri dulu. Yaitu 60 persen dari nilai rapor dan 40 persen nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Untuk itu, hasil rata-rata tak bisa ditebak karena pengaruh nilai TKA cukup tinggi meski baru pertama diadakan untuk jenjang SMK.
Konsentrasi keahlian yang paling banyak diminati adalah Teknik Grafika di SMKN 4 Malang. Total hampir 200 pendaftar yang mengakses. Namun yang diterima hanya 180 siswa saja.
Baca Juga: SPMB SMK Negeri di Kota Malang Sisakan 4.778 Kuota dari Jalur Prestasi Akademik
Peminat kedua paling banyak jurusan layanan penunjang keperawatan dan caregiving di SMKN 2 Malang. Pendaftarnya ada 94 siswa dengan kapasitas 94 kursi saja. Ketiga ada jurusan teknik kendaraan ringan di SMKN 10 Malang dengan pendaftar yang diterima 93 siswa.
Di sisi lain, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kota Malang Gunawan Dwiyono menuturkan, sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait SPMB tersebut. Secara keseluruhan prosesnya berjalan lancar karena dilakukan secara online. ”Semua pagu untuk tiap jenjang juga terpantau dan sudah terpenuhi,” ujarnya.
SMK negeri banyak diburu karena prospek kerja setelah sekolah tinggi. Sekitar 60 persen lulusan SMK negeri langsung bekerja tidak sampai satu tahun setelah lulus sekolah. Sementara 40 persen lainnya biasanya memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho