Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banyak Maba SNBT Tak Daftar Ulang, UM Tambah Kuota Jalur Mandiri hingga 500 Kursi

Nabila Amelia • Sabtu, 4 Juli 2026 | 13:08 WIB
A man working using laptop flat design illustration
Ilustrasi Jalur Mandiri (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tahun ini Universitas Negeri Malang (UM) membuka 4.545 kuota mahasiswa baru (maba) jalur mandiri. Namun karena pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) banyak yang tak registrasi ulang, kuota jalur mandiri bakal ditambah. 

Sehingga, tahun ini UM bakal menerima 5.045 ribu maba jalur mandiri.

Baca Juga: Menakar Peluang Lolos: Berapa Kuota Jalur Mandiri yang Disediakan PTN Malang Tahun Ini?

”Peminatnya cukup banyak. Di gelombang tiga (jalur mandiri) ini kami tinggal mengisi seribu kursi lagi,” ujar Direktur Pendidikan UM Prof Dr Evi Eliyanah SS MA PhD. 

Pihaknya belum bisa mengungkap berapa pendaftar yang sudah mengakses jalur mandiri di UM. Sebab datanya terus diperbarui hingga penutupan pendaftaran gelombang tiga pada kemarin (3/7) pukul 23.59. 

Evi bakal mengevaluasi hasil pendaftaran di gelombang tiga terlebih dahulu. Apabila kuota terpenuhi, gelombang tiga menjadi tahap akhir penerimaan mahasiswa di UM.

 Baca Juga: Empat Kampus Negeri di Kota Malang Sediakan 18.064 Kuota Maba Jalur Mandiri

Namun ketika kuota masih tersisa, tak menutup kemungkinan ada pembukaan seleksi mandiri gelombang empat. Tahun ini jalur seleksi mandiri yang dibuka UM cukup beragam. Total ada tujuh jalur yang tersedia.

Khusus untuk jalur kemitraan, dibagi lagi jenisnya menjadi tiga seleksi. Pertama, jalur kemitraan institusi yang menerima maba melalui kerja sama dengan institusi pemerintah, perusahaan, atau lembaga dan yayasan yang diusulkan mitra berdasar MoU (memorandum of understanding) dengan UM. 

Kedua, jalur mandiri outbound mobility yang mensyaratkan kesanggupan orang tua atau wali calon mahasiswa mendukung pembiayaan Program Outbound International Student Mobility senilai Rp 25 juta.

”Terakhir ada jalur orang tua asuh, itu baru tahun kedua kami buka,” lanjut Evi. Itu merupakan jalur yang mewajibkan wali atau orang tua pendaftar bersedia membiayai satu mahasiswa lagi yang menjadi mahasiswa asuhnya. 

Jadi, selama berkuliah di UM, wali atau orang tua itu membiayai pendidikan untuk anaknya dan untuk satu mahasiswa yang tidak mampu secara finansial.

Di tempat lain, jalur mandiri di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang membuka kuota untuk 1.800 maba. Angka itu tak akan bertambah lagi karena penerimaan mahasiswa dari jalur SNBP, SNBT, SPAN, dan UMPTKIN sudah memenuhi target. Saat ini pendaftarnya sudah berkisar 1.400 mahasiswa.

”Tersisa sekitar 400 kursi lagi yang belum terisi, pendaftaran mandiri kami tutup pukul 23.59 nanti malam (kemarin),” ujar Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Tahun ini ada lima jalur mandiri yang dibuka UIN Maliki. Yaitu kemitraan, peminatan khusus, tes, non-tes, dan prestasi. (mel/aff/by)

 

Editor : A. Nugroho
#um #SNBT #jalur mandiri #UIN