Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

750 Siswa SD Isi Libur Sekolah dengan Kemah Rohani di Poncokusumo, Belajar Mandiri dan Bangun Karakter

Indah Mei Yunita • Senin, 6 Juli 2026 | 17:30 WIB
Seorang siswa SD menyelesaikan tantangan meniup bola di dalam gelas berisi air di Pertapaan Karmel, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, kemarin. (Istimewa)
Seorang siswa SD menyelesaikan tantangan meniup bola di dalam gelas berisi air di Pertapaan Karmel, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, kemarin. (Istimewa)

PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Sebanyak 750 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai daerah di Indonesia memanfaatkan libur sekolah dengan mengikuti Camping Rohani HI COURANGERS 2026 di Pertapaan Karmel, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Selama empat hari, peserta diajak belajar hidup mandiri, beradaptasi, dan membangun karakter melalui berbagai aktivitas kebersamaan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (2/7) hingga Minggu (5/7) itu tidak hanya diisi permainan dan rekreasi. Seluruh peserta juga mengikuti refleksi, doa bersama, pendalaman Kitab Suci, hingga berbagai tantangan kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama dan kepemimpinan.

Libur Sekolah Diisi Pendidikan Karakter

Panitia sengaja membagi peserta secara acak tanpa melihat asal sekolah maupun daerah. Tujuannya agar anak-anak dapat mengenal teman baru sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Selama kegiatan, mereka tinggal bersama dalam kelompok, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga mengikuti aktivitas luar ruang yang dipadukan dengan pembinaan rohani. Konsep tersebut dirancang agar suasana tetap menyenangkan layaknya liburan, tetapi tetap memiliki nilai edukatif.

Baca Juga: Tak Cuma Siapkan Buku, Ini Langkah yang Membuat Hari Pertama Sekolah Lebih Lancar setelah Liburan

Pelayan Umum Kongregasi Putri Karmel Suster Petra mengatakan, masa libur sekolah menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pendidikan karakter anak.

"Anak-anak belajar hidup bersama, belajar bekerja sama dalam kelompok, saling mengenal, dan saling menghargai. Harapannya mereka bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter dan moral yang baik," ujarnya.

Menurut Petra, peserta berasal dari berbagai kota di Indonesia. Karena itu, mereka sengaja tidak dikelompokkan berdasarkan daerah asal agar setiap anak terdorong membangun relasi baru dan belajar hidup mandiri.

Digelar sejak 1987, Peserta Terus Bertambah

Camping Rohani HI COURANGERS bukan kegiatan baru. Program tersebut telah diselenggarakan secara rutin sejak 1987 dan terus berkembang setiap tahunnya.

Pada penyelenggaraan pertama, jumlah peserta hanya sekitar 150 anak. Saat itu seluruh peserta masih bermalam di tenda karena fasilitas pembinaan belum tersedia seperti sekarang.

Seiring perkembangan waktu, jumlah peserta meningkat hingga sekitar 750 anak. Selain fasilitas yang semakin memadai, minat masyarakat terhadap kegiatan pembinaan karakter berbasis kemah juga terus bertambah.

Tahun ini panitia mengusung tema "Be Courageous" yang mengajak anak-anak berani menghadapi tantangan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Bingung Cari Ide Liburan? Ini Destinasi Seru di Malang Raya untuk Mengisi Akhir Pekan

"Tema tersebut dipilih untuk mengajak anak-anak menjadi pribadi yang berani menghadapi tantangan sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan," kata Petra.

Dengan konsep tersebut, Camping Rohani HI COURANGERS tidak hanya menjadi alternatif mengisi libur sekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar mandiri, memperluas pergaulan, dan mengembangkan karakter melalui pengalaman hidup bersama.

Editor : Aditya Novrian
#Camping Rohani HI COURANGERS #libur sekolah #pendidikan karakter #poncokusumo #Pertapaan Karmel