Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6.300 Anak di Kabupaten Malang Belum Pernah Sekolah, Satgas Saber ATS Diterjunkan

Indah Mei Yunita • Senin, 6 Juli 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi anak tidak sekolah
Ilustrasi anak tidak sekolah

KEPANJEN, RADAR MALANG – Sebanyak 6.300 anak di Kabupaten Malang tercatat belum pernah mengenyam pendidikan formal. Jumlah tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Malang di tengah masih tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) yang mencapai 31.677 anak pada 2026.

Data tersebut mencakup peserta didik di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama, Pemprov Jawa Timur, maupun Pemkab Malang. Pemerintah daerah menilai persoalan ini menjadi tantangan besar dalam pemerataan akses pendidikan.

Ribuan Anak Belum Pernah Masuk Sekolah

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, dari total 31.677 anak tidak sekolah, sebanyak 6.300 anak belum pernah merasakan pendidikan formal sama sekali.

"Ada 6.300 anak yang belum pernah sekolah sama sekali. Jangankan putus sekolah, anak-anak tersebut bahkan belum pernah merasakan bersekolah," ujarnya.

Meski demikian, jumlah tersebut menunjukkan tren membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, anak yang belum pernah bersekolah tercatat mencapai 6.715 orang atau berkurang sekitar 415 anak pada tahun ini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perkenalan, Minggu Pertama Sekolah Jadi Fondasi Semangat Belajar Anak

Sekolah Terbuka Disiapkan untuk Perluas Akses

Sanusi menegaskan, keterbatasan anggaran akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) tidak akan menghentikan upaya memperluas akses pendidikan.

Pemkab Malang menyiapkan sejumlah alternatif bagi anak-anak yang belum dapat mengikuti pendidikan formal, salah satunya melalui sekolah terbuka dan pendidikan keterampilan.

"Minimal ada pendidikan sekolah terbuka atau pendidikan keterampilan," katanya.

Program tersebut diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak yang terlanjur tidak bersekolah agar tetap memperoleh bekal pendidikan dan keterampilan untuk masa depan.

Faktor Ekonomi dan Pernikahan Dini

Berdasarkan evaluasi pemerintah daerah, rendahnya motivasi anak maupun orang tua masih menjadi penyebab utama tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malang.

Selain itu, tekanan ekonomi membuat sebagian anak memilih bekerja dibanding melanjutkan pendidikan. Fenomena pernikahan usia dini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak berhenti sekolah.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Malang membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Anak Tidak Sekolah (Satgas Saber ATS).

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Sewa Motor Trail dan Jip, Wisata Bromo Jadi Tempat Favorit

Satgas tersebut bertugas menyusun kebijakan, melakukan pembinaan, merancang strategi penanganan, hingga memantau dan mengevaluasi program pengentasan ATS sedikitnya satu kali dalam setahun. Dalam pelaksanaannya, satgas juga akan dibantu kelompok kerja (pokja) yang bertugas menjangkau anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Malang berharap jumlah anak yang belum pernah bersekolah maupun ATS secara keseluruhan dapat terus ditekan sehingga akses pendidikan semakin merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Editor : Aditya Novrian
#Satgas Saber ATS #pendidikan Kabupaten Malang #ATS #Kabupaten Malang #anak tidak sekolah