
MALANG – Atmosfer penuh rasa syukur dan semangat membara menyelimuti Gedung Universitas Ma Chung pada Senin, 7 Juli 2026. Kampus yang dikenal dengan nilai-nilai luhurnya ini menggelar Sidang Terbuka Senat Universitas dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-19 dengan tema besar “Fostering Transformative Convergence”. Menginjak usia hampir dua dekade, universitas swasta terkemuka di Kota Malang ini membuktikan diri mampu melakukan akselerasi luar biasa dalam peningkatan kualitas akademik, riset, hingga penguatan jejaring internasional demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Acara sakral yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini diawali dengan prosesi khidmat senat universitas, yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Universitas Ma Chung. Ratusan hadirin yang terdiri atas jajaran pengurus Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta tamu undangan penting lainnya tampak memenuhi ruangan dengan penuh antusiasme. Momen refleksi ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa usia muda bukanlah halangan untuk mencetak prestasi emas di kancah nasional.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam pidato Laporan Tahunan Rektor menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi seluruh civitas akademika. "Memasuki usia ke-19 ini, Universitas Ma Chung berada pada jalur transformasi yang tepat. Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi sebagai universitas unggul, pilihan masyarakat, dan mandiri, dengan senantiasa berpegang pada semangat Many Disciplines. One Vision. Real Impact. Seluruh pencapaian strategis dalam satu tahun akademik ini merupakan modal utama kami untuk terus melahirkan inovasi yang relevan serta melahirkan insan muda pemenang yang berintegritas tinggi," ujar Prof. Stefanus Yufra dengan nada optimistis di hadapan para peserta sidang.
Salah satu lompatan paling fenomenal yang dicatatkan oleh Universitas Ma Chung sepanjang tahun akademik 2025-2026 adalah keberhasilan enam program studi (prodi) dalam meraih Akreditasi Unggul. Dengan demikian, saat ini sebanyak 50 persen dari total 12 program studi yang ada di Universitas Ma Chung telah resmi berstatus Unggul. Capaian gemilang ini tidak sekadar melampaui persyaratan minimal institusi, melainkan menjadi tonggak sejarah yang sangat strategis dalam mempercepat langkah universitas menuju raihan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul dalam waktu dekat.
Keberhasilan di bidang akreditasi tersebut tentu tidak lepas dari investasi berkelanjutan yang dilakukan manajemen kampus terhadap kualitas para tenaga pendidiknya. Universitas Ma Chung tercatat memiliki 82 dosen tetap yang terdiri atas 20 doktor dan 62 magister. Tren peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dalam tiga tahun terakhir menunjukkan komitmen serius institusi dalam memperkuat fondasi keilmuan. Dengan semakin banyaknya dosen yang kini menduduki jenjang fungsional Lektor Kepala, peluang lahirnya Guru Besar baru di lingkungan Universitas Ma Chung dalam beberapa tahun ke depan dipastikan terbuka sangat lebar. Peningkatan kompetensi ini juga diperkuat melalui studi lanjut serta kemitraan dengan lembaga prestisius seperti SEAMEO SEAMOLEC dalam mengoptimalkan pelatihan pembelajaran jarak jauh.

Di sektor riset, produktivitas dosen dan inovasi teknologi di lingkungan kampus juga menunjukkan grafik yang terus menanjak. Pada periode 2025-2026, civitas akademika Universitas Ma Chung sukses menelurkan 116 judul riset, sebuah angka yang meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fokus penelitian kini diarahkan pada proses hilirisasi dan penyelesaian masalah riil yang dihadapi masyarakat, mulai dari hak cipta, pengembangan perangkat lunak, hingga penerbitan buku akademik melalui Ma Chung Press. Guna mendukung iklim akademik yang dinamis tersebut, ekosistem pendukung seperti perpustakaan terus dimodernisasi hingga kini mengoleksi 9.641 buku fisik dan menyediakan akses ke 229 jurnal digital open access.
Tidak hanya para dosen, mahasiswa pun diposisikan sebagai fokus utama dalam pengembangan talenta holistik. Kampus terus memperluas program beasiswa demi meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat luas. Hasilnya sangat nyata; sepanjang tahun akademik ini, mahasiswa Universitas Ma Chung berhasil memborong total 44 prestasi membanggakan, yang terbagi rata atas 22 prestasi di bidang akademik dan 22 prestasi di bidang non-akademik, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional. Pembinaan karakter, kepemimpinan, seni, olahraga, dan kewirausahaan yang terstruktur terbukti mampu membentuk mentalitas pemenang pada diri mahasiswa.
Kekuatan jejaring juga menjadi kunci akselerasi Ma Chung di era globalisasi. Universitas saat ini menggandeng 184 mitra aktif di dalam negeri dan 25 mitra internasional terkemuka, termasuk penandatanganan empat Memorandum of Understanding (MoU) baru dengan institusi global sepanjang tahun ini. Kemitraan ini mencakup program mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penelitian kolaboratif lintas negara. Di sisi lain, tata kelola internal kampus juga semakin modern dan adaptif melalui transformasi digital berbasis data untuk memastikan akuntabilitas pelayanan administrasi. Universitas Ma Chung juga menegaskan komitmennya sebagai ruang belajar yang aman dan inklusif melalui penguatan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Selain pemaparan laporan tahunan, prosesi Dies Natalis ke-19 ini juga dimeriahkan dengan penyampaian Orasi Ilmiah yang sangat memukau oleh dosen Universitas Ma Chung, FX Dono Sunardi, dengan tajuk “Pendidikan Kolonial, Krisis Identitas, dan Lahirnya Kesadaran Nasional dalam Tetralogi Buru”. Dalam orasinya, FX Dono Sunardi mengupas tuntas pergulatan batin tokoh Minke dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Ia menyoroti bagaimana sistem pendidikan Barat di masa kolonial, yang awalnya dirancang untuk menciptakan pelayan birokrasi, justru melahirkan paradoks dan memicu lahirnya kesadaran nasional di kalangan kaum terpelajar pribumi yang kreatif.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata civitas akademika, acara ditutup dengan pemberian Penghargaan 10 Tahun Pengabdian, Penghargaan Purna Bakti, serta Penghargaan Soegeng Hendarto kepada para dosen dan staf yang telah mendedikasikan waktu dan energinya demi kemajuan universitas. Menatap masa depan, Universitas Ma Chung telah menetapkan enam agenda prioritas strategis untuk tahun 2026-2027, termasuk pencapaian kemandirian finansial melalui optimalisasi aset, diversifikasi usaha, serta perluasan kerja sama strategis nasional dan internasional. Berbekal fondasi kuat yang telah dibangun, kampus berlogo ombak ini siap melangkah mantap menjadi pilar utama pencerdas kehidupan bangsa.
Editor : A. Nugroho