MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kepala SDN Bareng 4 Rumy Widyanti menyebut, tahun ini sekolahnya baru mendapat tujuh siswa. ”Padahal tahun lalu ada 10 siswa,” ungkap Rumy. Dia menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun di tempatnya menerima tidak lebih dari 15 pelajar.
Rumy melanjutkan, dari beberapa SD negeri di Kelurahan Bareng, yang pagunya terpenuhi hanya SDN Bareng 5. Sementara yang lainnya masih belum bisa memenuhi pagu. Ada berbagai faktor yang membuat pagu di beberapa SD negeri di sana belum terpenuhi.
Salah satunya karena populasi anak-anak yang hendak masuk SD di Kecamatan Klojen mulai menurun. Selanjutnya banyak sekolah di Kecamatan Klojen lokasinya saling berdekatan. Sekolahnya sendiri berdekatan dengan SDN Bareng 3.
Di samping itu ada SDN Bareng 1, SDN Bareng 2, dan SDN Bareng 5. ”Kalau di Kecamatan Klojen, menurut informasi, yang terpenuhi pagunya hanya di SD Kasin, SDN Bareng 3, dan SDN Kauman 1,” imbuh Rumy.
Dia menyebut bahwa sekolahnya terus mempromosikan program-program unggulan seperti tahfidz hingga prestasi dalam olahraga baseball. Lewat program tahfidz, SDN Bareng 4 akhirnya mendapat tambahan satu siswa.
Namun sebagian besar siswa justru tidak berasal dari Kecamatan Klojen. Ada yang merupakan warga Pandanlandung, Wagir, hingga Bandulan.
Sama seperti SDN Bareng 4, SDN Tulusrejo 4 juga belum bisa memenuhi pagu. Kepala SDN Tulusrejo 4 Purnomo Sigit mengungkapkan, tahun ini sekolahnya baru mendapat enam siswa. Kemudian ada dua siswa pindahan ke kelas 2 dan 4.
Penyebabnya sama. Selain karena populasi anak usia sekolah dan lokasi sekolah yang saling berdekatan dengan sekolah lain. Terutama dengan SDN Tulusrejo 1. ”Kemudian beberapa SD negeri memiliki jumlah rombel lebih dari 1 paralel atau lebih dari 6 kelas,” terang Sigit.
Faktor lainnya karena para orang tua banyak yang melirik sekolah swasta maupun sekolah keagamaan di bawah naungan Kemendikdasmen RI.
Sempat ada opsi merger yang disampaikan disdikbud. Namun informasi itu belum disampaikan kepada pihaknya. ”Kalau pun ada, tanggapan saya ya mengikuti kebijakan dari dinas,” imbuh dia. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra