MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Blimbing Priyo Utomo mengakui, sebagian SD negeri memang masih kesulitan memenuhi pagu. Totalnya ada 97 SD negeri di Kota Malang.
Alasannya karena populasi anak usia dini yang terus berkurang. ”Untuk itu pendaftaran offline kami buka seterusnya, bahkan ketika kelas sudah aktif, sekolah masih bisa menerima murid baru,” ujar dia.
Paling tidak hingga awal semester satu, masih ada kesempatan bagi pendaftar yang ingin masuk SD negeri. Melebihi itu, Priyo tidak menyarankan sekolah untuk menerima murid baru. Sebab bila dipaksakan, siswa barunya bakal kesusahan karena banyak tertinggal materi pelajaran.
Di tempat lain, Kepala SDN Tulusrejo 4 Purnomo Sigit mengaku bahwa sekolahnya baru mendapat enam siswa baru. Dia menyebut bahwa banyak orang tua yang mulai memilih sekolah swasta. Terutama yang spesifikasi pembelajarannya berbasis agama.
”Kami sudah membuat program serupa dengan memfasilitasi siswa yang mau mengaji di sekolah, tapi tetap saja kalah dengan swasta yang branding mengajinya sudah bagus,” kata Sigit.
Sementara itu, beberapa SD swasta terpantau sudah menutup masa pendaftaran. Salah satunya yakni SD Insan Amanah. Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati mengatakan, pihaknya sudah membuka SPMB sejak 2025. ”Kuotanya sudah terpenuhi sejak November 2025,” kata dia.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya membuka kuota untuk empat kelas atau rombel. ”Satu kelas isinya 30 murid. Jadi ada sekitar 120 murid yang diterima di sini,” sambung Suhardini.
Dalam proses seleksi, pihaknya menerapkan tiga jenis tes. Yakni seleksi psikologi oleh Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM). Lalu wawancara orang tua dan murid. Satu lagi seleksi motorik beserta kesiapan belajar.
Selain SD Insan Amanah, ada SD Islamic Global School (IGS) yang membuka pendaftaran sejak awal Oktober sampai Desember 2025. ”Kami tutup sebelum tahun 2026 karena (pagu) memang sudah terpenuhi,” terang Kepala SD Islamic Global School Lailatus Syifak.
Dia menyebut, ada 112 murid yang diterima. Ratusan murid itu tersebar di empat kelas. Dalam proses SPMB, ada beberapa tahapan yang harus dilalui calon siswa baru. Mulai kesiapan masuk SD yang meliputi calistung, motorik, emosional, hingga kemandirian. ”Alhamdulillah prosesnya lancar. Hanya dalam tiga bulan kuota kami bisa terpenuhi,” tambah Syifak. (aff/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra