Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wait and See CPNS Guru Tahun 2027, Disdikbud Kota Malang Tunggu Surat Resmi dari Kemendikdasmen

Nahdiatul Affandiah • Senin, 13 Juli 2026 | 14:00 WIB
Tes CPNS di Islamic Center Kota Malang dua tahun lalu.
Tes CPNS di Islamic Center Kota Malang dua tahun lalu.

 MALANG KOTA-RADAR MALANG- Wacana pembukaan CPNS untuk guru pada tahun 2027 berembus. Adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menggulirkan rencana tersebut. Salah satu tujuannya, untuk mengatasi kekurangan guru di beberapa wilayah di Indonesia.

 Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini dari berbagai sumber, Kemendikdasmen ingin melakukan rekrutmen guru besar-besaran. Itu dilakukan untuk mengatasi kekurangan 561 ribu guru di seluruh Indonesia. Nanti CPNS 2027 berpatokan pada tiga syarat.

 Di antaranya, peserta wajib memiliki Sertifikat Pendidik (Serdik) dari program PPG. Lalu seleksi menggunakan sistem meritokrasi yang menentukan kelulusan murni dari kualitas, mutu, dan nilai kompetensi peserta saat tes. Terakhir, pendaftar harus bersedia ditempatkan mengajar di mana saja. Terutama di daerah pelosok Indonesia.

 Lantas, bagaimana rencana penerimaan  CPNS guru dari Kemendikdasmen di Kota Malang? Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Ganis Indajani, belum bisa menjelaskan dengan terperinci terkait wacana itu. ”Sayangnya, kami belum mendapat surat perintah resmi dari Kemendikdasmen, tapi kalau jumlah kekurangan guru bisa kami update lagi,” ujar

 Saat ini distribusi guru di Kota Malang memang belum ideal. Banyak kursi kosong yang jadwalnya ditambal sulam oleh guru lain. Untuk itu, Ganis menyambut positif keputusan Kemendikdasmen yang bakal merekrut guru melalui CPNS pada tahun depan.

 Menurutnya, skema tersebut bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kekurangan guru. Apalagi, saat ini cukup banyak guru yang belum diangkat menjadi CPNS.

 Dia menjabarkan, totalnya kekurangan guru yang tercatat hingga April 2026 lalu sebanyak 431 orang. Yaitu 216 untuk guru SD dan 215 guru SMP. Paling banyak guru yang dicari dari guru kelas jenjang SD dan guru PAI jenjang SMP.

Kepala SMPN 8 Kota Malang Sri Nuryani menuturkan, pihaknya sempat kekurangan guru IPS dan BK di akhir tahun 2025. Namun bisa segera mendapat guru baru dari PPPK tahap kedua. Tapi dilihatnya, situasi kekurangan guru masih ada di beberapa sekolah lain.

 ”Sekolah lain masih ada kekurangan, tapi sulit dipenuhi karena tahun ini masih miratorium pengangkatan ASN,” pungkas Sri. Menurutnya, kekurangan guru bukan sebuah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Itu karena, mempunyai pengaruh kepada proses pembelajaran. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#CPNS 2027 #CPNS GURU #kemendikdasmen