Dosen FTUB Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis K3 dan Perencanaan Wilayah dalam Program Pengabdian UB di Aceh

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 13 Juli 2026 | 14:50 WIB
PEDULI: FTUB pada Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
PEDULI: FTUB pada Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

 

ACEH, RADAR MALANG - Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) turut berkontribusi nyata dalam mendukung pengurangan risiko bencana melalui keterlibatan dua guru besarnya pada Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Program multidisiplin yang dipimpin oleh Dr dr Sri Soenarti, Sp.PD., K-Ger ini melibatkan para pakar dari berbagai bidang ilmu untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara komprehensif.


Kontribusi FTUB dalam program ini diperkuat melalui kehadiran Prof Dr Ir Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng. sebagai pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Prof Dr Eng Fadly Usman, S.T., M.T. dari bidang Teknik Perencanaan Wilayah dan Mitigasi Bencana. Keduanya membawa pendekatan berbasis rekayasa teknik untuk mendukung terwujudnya desa yang tangguh terhadap bencana melalui penguatan aspek keselamatan, perencanaan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat.


Dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Prof Qomariyatus Sholihah menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak dapat dipisahkan dari penerapan budaya K3 di tengah masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari kemampuan masyarakat mengenali potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, hingga menyusun langkah-langkah pengendalian yang tepat sebelum bencana terjadi.


"Mitigasi bencana merupakan bagian integral dari penerapan budaya K3 di masyarakat. Pendekatan K3 menitikberatkan pada identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, penyusunan jalur evakuasi, kesiapsiagaan, serta perlindungan masyarakat dan relawan dalam menghadapi kondisi darurat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya sadar risiko hingga tingkat desa", jelas Prof. Qomariyatus.

SINERGI: Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
SINERGI: Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

 


Sementara itu, dari perspektif rekayasa teknik, Prof Dr Eng Fadly Usman berperan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis perencanaan wilayah. Kontribusinya difokuskan pada penyusunan pemetaan risiko berbasis data geospasial, identifikasi kawasan rawan bencana, penentuan jalur evakuasi, penetapan titik kumpul aman, hingga pendampingan penyusunan Qanun Gampong sebagai landasan regulasi desa dalam pengurangan risiko bencana. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.


Melalui kolaborasi lintas disiplin, program ini tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi mitigasi bencana, pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (Pokdarna), hingga pendampingan penyusunan regulasi desa. Sinergi antara bidang kesehatan, keperawatan, K3, teknik sipil, dan perencanaan wilayah menjadi fondasi utama dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terpadu dan berkelanjutan.


Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan hasil riset dan keahlian akademisi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Kehadiran dosen-dosen FTUB dalam tim multidisiplin Universitas Brawijaya diharapkan mampu menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih aman, tangguh, dan berdaya menghadapi bencana.


Melalui program ini, Universitas Brawijaya menargetkan Gampong Pantan Kemuning dapat berkembang menjadi Desa Tangguh Bencana yang mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), rekayasa teknik, serta partisipasi aktif masyarakat. Kontribusi Prof. Qomariyatus Sholihah dan Prof. Fadly Usman menjadi bukti bahwa FTUB terus mengambil peran strategis dalam menghadirkan inovasi dan keahlian teknik untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui pengembangan desa tangguh bencana, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan risiko bencana berbasis mitigasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multidisiplin antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan bencana. (aw/ drn)

Editor : A. Nugroho
ftub aceh mitigasi universitas brawijaya Bencana