Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Disambut Baik, Disdikbud Kota Malang Klaim Hampir 75 Persen Pelajar Diantar Ayahnya pada Hari Pertama Sekolah

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:04 WIB
BACK TO SCHOOL: Dua pelajar diantar orang tuanya melintas di Jalan S.Supriadi, Kecamatan Sukun, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
BACK TO SCHOOL: Dua pelajar diantar orang tuanya melintas di Jalan S.Supriadi, Kecamatan Sukun, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah yang digaungkan pemerintah mendapat sambutan baik.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin pagi sekitar pukul 06.00, tampak cukup banyak ayah-ayah yang membonceng anak-anaknya ke sekolah. Beberapa di antaranya mengenakan seragam ASN. 

Itu karena beberapa hari sebelumnya memang ada imbauan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Juga instansi terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag) dan sekolah-sekolah.

”Programnya memang khusus hari pertama saja, terpantau hampir 75 persen ayah yang mengantarkan (anaknya),” kata Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana. 

Dia menyebut gerakan ayah mengantar anak sekolah itu untuk memperkuat ikatan emosional antara siswa dengan orang tuanya. Termasuk menumbuhkan perasaan anak lebih dicintai. Sekaligus mengurangi isu fatherless atau kehilangan peran ayah yang banyak dialami pemuda dan anak-anak dewasa ini.

Melihat kondisi tiap keluarga yang berbeda, disdikbud tak mewajibkan ayah untuk mengantar anaknya tiap hari. Sebab mayoritas waktu ayah tersita untuk bekerja. ”Yang penting sudah ada usaha bagi para ayah untuk mendampingi anaknya pada momen pertama sekolah mereka,” lanjut Suwarjana.

Di tempat lain, Kepala SDN Kebonsari 2 Komarodin menjelaskan gerakan ayah mengantar anak di sekolahnya masih belum maksimal. Hanya sekitar 30 persen pelajar yang diantar ayahnya. Sebab para ayah di sana banyak yang bekerja di luar kota.

Namun gerakan awal itu dirasa sudah tepat untuk mendukung kondisi emosional anak. Terutama bagi siswa baru yang perlu penyesuaian di lingkungan sekolah. Dia berharap gerakan serupa bisa terus dilakukan tanpa ada unsur terpaksa dari pihak orang tua. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
MPLS Kota Malang gerakan ayah antar anak ayah antar anak sekolah Kota Malang pendidikan kota malang