Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Universitas Ma Chung Berdayakan Kader PKK Desa Sumbersekar melalui Pelatihan Produksi Sabun Cuci Piring Siap Jual

A. Nugroho • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:15 WIB
Ma Chung

Universitas Ma Chung melalui Fakultas Ilmu Kesehatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program Ma Chung Abdimas Grant (MAG) Skema Iptek Bagi Desa Mitra (IbDM). Program yang mengangkat tema “Pemberdayaan Kader PKK Desa Sumbersekar melalui Pelatihan Produksi Sabun Cuci Piring Siap Jual Meliputi Pengemasan dan Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP)” ini diselenggarakan pada Minggu, 12 Juli 2026 di Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang dan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kapasitas ekonomi kader PKK setempat. 

Kegiatan pengabdian dipimpin oleh apt. Devilke Yandriyani, S.Farm., M.Farm. bersama apt. Martanty Aditya, M.Farm.-Klin. dan apt. Meylinda Widyasari, S.Farm., M.Farm., dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ma Chung. Sebanyak 28 kader PKK Desa Sumbersekar mengikuti pelatihan yang dirancang secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, hingga pendampingan.

Ma Chung

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi besar kader PKK sebagai penggerak ekonomi keluarga yang masih memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memulai usaha berbasis rumah tangga. Sabun cuci piring dipilih karena merupakan kebutuhan sehari-hari dengan tingkat konsumsi yang tinggi serta memiliki peluang pasar yang stabil. Selain mempelajari teknik produksi, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pengendalian mutu sederhana, pengemasan produk, pelabelan, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan penentuan harga jual sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan siap dipasarkan.

Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi. Peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan sabun cuci piring herbal mulai dari penimbangan bahan, pencampuran, pengujian mutu sederhana menggunakan pH strip, hingga pengemasan produk siap jual. Pendekatan learning by doing ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan peserta sehingga dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Ketua pelaksana kegiatan, apt. Devilke Yandriyani, S.Farm., M.Farm., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan cara membuat sabun cuci piring, tetapi juga memberikan bekal kewirausahaan sederhana agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami berharap kader PKK tidak hanya mampu menghasilkan sabun cuci piring yang berkualitas, tetapi juga memahami cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta mengemas produk secara menarik sehingga memiliki daya saing di pasaran. Melalui keterampilan ini diharapkan muncul peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.”

Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mencoba proses produksi secara mandiri, serta melakukan simulasi perhitungan biaya produksi. Salah satu peserta, Ibu Liin menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

“Kami senang karena bisa belajar mulai dari membuat sabun sampai mengetahui cara menentukan harga jualnya. Ilmu ini sangat berguna dan semoga bisa menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu PKK di Desa Sumbersekar,” ungkap Ibu Liin.

Melalui kegiatan ini, Universitas Ma Chung berharap kader PKK Desa Sumbersekar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis rumah tangga. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Editor : A. Nugroho
#MAG #hpp #universitas ma chung #PKK