Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bagian Atap Jadi Keluhan Terbanyak Sekolah Rusak di Kota Malang

Nabila Amelia • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:00 WIB
MENUNGGU KABAR: Kepala SDN Mojolangu 4 Eko Sulistyawati menunjukkan area lantai sekolah yang perlu perbaikan. Bagian atap beberapa kelas di sana juga mengalami kerusakan. (Nabila Amelia/Radar Malang)
MENUNGGU KABAR: Kepala SDN Mojolangu 4 Eko Sulistyawati menunjukkan area lantai sekolah yang perlu perbaikan. Bagian atap beberapa kelas di sana juga mengalami kerusakan. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Klojen Sarengat menuturkan, mayoritas sekolah rusak mengeluhkan kondisi atap yang tak layak. Beberapa ada yang sudah diperbaiki melalui dana APBD.

”Kalau kerusakan kecil, biasanya kami tangani dengan dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan),” ujar Sarengat. Untuk pengajuan pembangunan ruang baru diutamakan ikut program Revitalisasi Satuan Pendidikan. 

Harapannya, tahun ini dan seterusnya sekolah-sekolah bisa diperbaiki secara bertahap dan menghadirkan kenyamanan bagi seluruh pihak sekolah. Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, salah satu sekolah yang membutuhkan perbaikan yakni SD Negeri Mojolangu 4. 

Kepala SDN Mojolangu 4 Eko Sulistyowati menyampaikan, pihaknya sudah mengajukan beberapa area di sekolah yang membutuhkan perbaikan. ”Terdiri dari enam kelas, toilet untuk siswa maupun siswi, perpustakaan, hingga ruang administrasi,” beber dia, kemarin (15/7).

Menurut Eko, ruang kelas-kelas diajukan rehab karena kondisinya terlalu lembap dan muncul banyak bercak di tembok. ”Agar para siswa tidak terganggu, kami tutupi dengan poster-poster yang berkaitan dengan pendidikan,” terangnya.

Selain perbaikan ruang kelas dan ruangan pendukung lain, mereka juga mengajukan untuk pembangunan ruangan-ruangan baru. Meliputi UKS, kantin, dan laboratorium. Sebab, sekolah belum memiliki ketiganya.

Di samping itu, SDN Mojolangu 4 juga membutuhkan perbaikan untuk lantai di depan kelas. Sebab banyak lantai yang kondisinya pecah. Eko khawatir lantai yang pecah itu membahayakan para siswa. Kemudian beberapa paving di halaman sekolah juga mengalami kerusakan.

Prasarana lain yang membutuhkan perbaikan adalah atap. Beberapa atap di depan kelas telah jebol dan masih berbahan asbes. Eko melanjutkan, perbaikan untuk area-area tersebut sudah diajukan melalui dapodik. Sebelumnya SDN Mojolangu 4 pernah mendapat jatah perbaikan. Namun baru menyasar musala. 

”Itu sekitar tahun 2023. Kami mengajukan ke Baznas Kota Malang,” sambungnya. Karena banyaknya area di sekolah yang perlu perbaikan, pihaknya tidak bisa mengandalkan bantuan operasional sekolah saja. Terlebih lagi jumlah siswa di sekolahnya terbilang sedikit. Yakni hanya sekitar 94 anak.

Dengan demikian, sekolah berupaya mengajukan perbaikan ke Disdikbud Kota Malang. Di samping itu juga ke pemerintah pusat.

”Namun untuk realisasinya kami masih menunggu. Karena kami masih harus menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) hingga menandatangani kesepakatan atau MoU (Memorandum of Understanding),” pungkas Eko. (aff/mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
atap sekolah rusak SDN Mojolangu 4 Sekolah Rusak Sekolah Kota Malang disdikbud kota malang