ACEH, RADAR MALANG– Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa di Gampong Pantan Kemuning, Aceh pada 10-14 Juli 2026. Program yang berorientasi pada perlindungan masyarakat itu dipimpin oleh Dr dr Sri Soenarti SpPD K-Ger. Anggarannya diambilkan dari Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Indonesia (PMKI) Diktisaintek 2026. Pelaksanaannya di bawah koordinasi Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya Malang.
Mereka melibatkan pakar bidang kesehatan, keperawatan, perencanaan wilayah dan kota, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Fokusnya untuk menekan korban jiwa sewaktu-waktu terjadi bencana. “Kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun melalui edukasi, simulasi, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu,” ujar Sri Soenarti.
Dari aspek K3, Prof Dr Ir Qomariyatus Sholihah Amd Hyp ST MKes IPU ASEAN Eng menegaskan mitigasi bencana merupakan bagian integral dari penerapan budaya K3 di masyarakat. "Pendekatan K3 menitikberatkan pada identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, penyusunan jalur evakuasi, kesiapsiagaan, serta perlindungan masyarakat dan relawan dalam menghadapi kondisi darurat," terangnya.
Sementara dari sisi kesehatan keperawatan dan kesiapsiagaan komunitas, Dr Ns Mukhamad Fathoni SKep MNS menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pertolongan pertama, komunikasi darurat, dan manajemen pengungsian. Serta perlindungan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas agar dampak kesehatan pascabencana dapat diminimalkan.
Kemudian di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota serta Manajemen kebencanaan, Prof Dr Eng Fadly Usman ST MT yang memimpin pemetaan risiko berbasis data geospasial, penyusunan jalur evakuasi, dan identifikasi titik kumpul aman. Serta pendampingan penyusunan Qanun Gampong sebagai dasar regulasi mitigasi bencana yang berbasis kondisi wilayah setempat. (bes/dan)
Sumber : Radar Malang