MALANG, RADAR MALANG – Menyusun skripsi menjadi tahapan yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kendala hingga proses penyusunannya memakan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
Sejumlah perguruan tinggi menyebutkan bahwa keterlambatan menyelesaikan skripsi sering kali bukan hanya disebabkan sulitnya penelitian, tetapi juga karena kesalahan yang dilakukan sejak tahap awal penyusunan.
Salah Menentukan Topik Penelitian
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memilih topik yang terlalu luas atau justru terlalu sempit. Akibatnya, mahasiswa kesulitan menentukan fokus penelitian maupun mencari data yang relevan.
Baca Juga: Mau Kuliah di Polinema? Kenali Fasilitas Kampus yang Siap Mendukung Aktivitas Mahasiswa
Selain itu, sebagian mahasiswa memilih topik hanya karena sedang tren tanpa mempertimbangkan minat pribadi maupun ketersediaan referensi. Kondisi tersebut membuat proses penelitian menjadi lebih berat ketika memasuki tahap pengumpulan data dan analisis.
Karena itu, mahasiswa disarankan memilih topik yang sesuai dengan bidang keilmuan, memiliki ruang lingkup yang jelas, serta didukung sumber referensi yang memadai.
Menunda Bimbingan dengan Dosen
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menunda konsultasi dengan dosen pembimbing. Sebagian mahasiswa baru menemui pembimbing setelah menyelesaikan beberapa bab sekaligus. Padahal, bimbingan secara rutin membantu mahasiswa mengetahui kesalahan sejak awal sehingga revisi tidak menumpuk di akhir proses penyusunan.
Komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing juga dinilai dapat mempercepat penyelesaian skripsi karena setiap perkembangan penelitian dapat segera dievaluasi.
Baca Juga: Mau Kuliah di Polinema? Kenali Fasilitas Kampus yang Siap Mendukung Aktivitas Mahasiswa
Kurang Teliti dalam Penulisan
Selain isi penelitian, aspek teknis penulisan juga sering menjadi penyebab revisi berulang. Kesalahan seperti penggunaan format yang tidak sesuai pedoman kampus, sitasi yang tidak konsisten, hingga daftar pustaka yang kurang lengkap masih banyak ditemukan.
Mahasiswa juga perlu menghindari praktik plagiarisme dengan selalu mencantumkan sumber referensi secara benar dan menggunakan aplikasi manajemen referensi bila diperlukan.
Dengan memahami berbagai kesalahan tersebut sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat menyusun skripsi secara lebih sistematis dan menyelesaikannya sesuai target waktu.
Editor : Aditya Novrian