Belajar Selamat Sejak Hari Pertama: Cara SMPN 1 Ampelgading Membangun Generasi Tangguh melalui MPLS Ramah

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:37 WIB
Awik Tamara, S.Pd, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Ampelgading
Awik Tamara, S.Pd, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Ampelgading

MALANG, RADAR MALANG - Bagi SMP Negeri 1 Ampelgading, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Sekolah juga bertanggung jawab dalam menyiapkan para muridnya agar mampu menghadapi berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika berada dalam kondisi darurat.

Sebagai sekolah yang berada di wilayah dengan potensi bencana erupsi Gunung Semeru dan gempa bumi, SMP Negeri 1 Ampelgading secara konsisten memasukkan materi Tanggap dan Siaga Bencana dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah setiap tahunnya.

 Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skills) yang dapat diterapkan pada situasi nyata.


Pada Rabu (15/7), 256 murid baru mengikuti kegiatan yang dipandu oleh seorang pelatih profesional bersertifikasi. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya tanggap dan siaga bencana sejak dini. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi simulasi yang diperankan oleh pengurus OSIS di bawah arahan pemateri.

Melalui drama sederhana yang menggambarkan aktivitas belajar di kelas ketika gempa bumi terjadi, peserta didik diperlihatkan langkah-langkah yang benar untuk melindungi diri, tetap tenang, hingga melakukan evakuasi secara aman.

Setelah memperoleh gambaran tersebut, seluruh murid memasuki kelas masing-masing untuk simulasi secara langsung. Dengan memanfaatkan jalur evakuasi dan rambu-rambu yang telah dipasang di beberapa titik lingkungan sekolah, para peserta mempraktikkan proses evakuasi menuju titik kumpul di lapangan basket SMP Negeri 1 Ampelgading.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi bersama pemateri agar setiap peserta memahami kembali langkah-langkah yang telah dipraktikkan.
Meskipun dilaksanakan di bawah cuaca yang cukup terik, antusiasme peserta didik tetap tinggi.

Mereka mampu mengikuti setiap instruksi dengan baik sehingga simulasi berlangsung tertib dan sesuai prosedur. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikemas secara langsung dan kontekstual mampu memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan sekadar penyampaian teori.


Wakil Kepala SMP Negeri 1 Ampelgading Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia MPLS Ramah, Wahyu Tribuwono STh menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah mewujudkan visi Berkarakter, Agamis, Berkepedulian, dan Berprestasi Berbasis Lingkungan.


"Harapan kami, mereka dapat menumbuhkan karakter yang positif seperti kepedulian dan sikap responsif. Sekolah berusaha memberikan life skills yang nantinya bisa bermanfaat bagi anak-anak," tambahnya.


Melalui pembiasaan seperti simulasi tanggap dan siaga bencana, sekolah berharap setiap peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, peduli terhadap sesama, serta mampu mengambil keputusan dengan tenang saat menghadapi tantangan. Karena sejatinya, sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, melainkan juga tempat menyiapkan generasi yang siap menghadapi kehidupan. (*)

Artikel ini ditulis oleh Awik Tamara, S.Pd, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Ampelgading

 

Editor : A. Nugroho
smp negeri 1 ampelgading Akademik malang Bencana