PUJON, RADAR MALANG – SMP Negeri 3 Pujon Satu Atap menggandeng Pemerintah Desa Pujon Kidul untuk menyukseskan Program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. Sebanyak 115 siswa kelas VIII dan IX bersama guru serta tenaga kependidikan menanam berbagai tanaman pangan di lingkungan sekolah, Selasa (14/7).
Melalui program tersebut, sekolah membangun budaya ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah dengan memanfaatkan galon bekas yang dibawa siswa dari rumah sebagai media tanam. Tanaman yang dibudidayakan meliputi tomat, sawi, terong, cabai, daun bawang, pakcoy, singkong, dan labu.
Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Desa Pujon Kidul melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dikelola BUMDes Sumber Sejahtera menyalurkan bantuan pupuk kompos.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Herlina Meirani, S.Pd., mewakili Kepala Desa Pujon Kidul, kepada Kepala SMP Negeri 3 Pujon Satu Atap, Nuning Suryaningsih, M.Pd.
Herlina Meirani menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan sekolah merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik.
Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi laboratorium hidup sehingga peserta didik tidak hanya mempelajari teori biologi, ekologi, dan ekonomi di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memahami rantai pangan, hingga mengenal efisiensi biaya produksi.
Bantuan pupuk kompos dari TPST diharapkan menjadi contoh nyata sinergi pemerintah desa dan satuan pendidikan dalam membangun ketahanan pangan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kepala SMP Negeri 3 Pujon Satu Atap, Nuning Suryaningsih, M.Pd., menyambut baik program tersebut sebagai upaya menanamkan karakter mandiri, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Swasembada Pangan Nasional, tetapi juga berkembang menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam menanam, merawat, hingga memanen hasil tanaman sehingga tumbuh rasa tanggung jawab serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan nasional," ujarnya. (*)
Artikel ini ditulis oleh Feni Tulniza, S.Pd, Gr, Guru Informatika SMPN 3 Pujon
Editor : A. Nugroho