Budaya Literasi Berbuah Prestasi,  Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Raih Juara 1 Menulis Cerpen di Ajang Jurassic 2026

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:41 WIB
Nurul Latifa, Guru Bahasa Indonesia MTS Terpadu Ar Roihan Lawang
Nurul Latifa, Guru Bahasa Indonesia MTS Terpadu Ar Roihan Lawang

LAWANG, RADAR MALANG - Budaya literasi menjadi salah satu program unggulan di MTs Terpadu Ar Roihani Lawang. Melalui berbagai kegiatan dan pembinaan yang konsisten, madrasah ini terus mendorong  siswa agar gemar membaca dan produktif berkarya.

 Hasilnya pun, tak sedikit siswa dari klub literasi MTs Terpadu Ar Roihan yang berhasil melahirkan karya, bahkan meraih prestasi di berbagai perlombaan.
Kali ini, kabar istimewa datang dari Muhammad Ilham Fatoni, siswa kelas 9B. Anggota aktif klub literasi MTs Terpadu Ar Roihan sejak kelas 7 ini berhasil meraih juara 1 pada kategori menulis cerpen dalam ajang Jurassic 2026 (Journalist and Design Graphic Competition) yang diselenggarak oleh SMA Negeri 1 Lawang.


Prestasi ini menjadi bukti nyata atas konsistensi sekaligus kemampuan Ilham dalam menulis kreatif. Selama aktif di klub literasi, ia dikenal sebagai sosok yang tekun, produktif, dan memiliki minat besar terhadap karya khususnya cerpen dan puisi.


Jurassic 2026 sendiri merupakan ajang kompetisi jurnalistik dan desain grafis tingkat SMP/MTs sederajat yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Malang Raya dan sekitarnya. bahkan hingga luar kota seperti Pasuruan dan Surabaya.


Menanggapi pencapaian ini, Nurul Latifa guru pembimbing Ilham mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya.


"Saya sangat bangga dengan Ilham. Kemampuan menulisnya memang tidak perlu diragukan lagi, ia sangat tekun dan produktif dalam berkarya. Beberapa tulisannya bahkan sudah dimuat di majalah sekolah E-Magazine Jendela Master dan telah dibukukan," ujarnya.


Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi Ilham untuk terus mengembangkan potensinya di bidang kepenulisan.


"Harapan saya, Ilham terus mengasah dan mengembangkan keterampilan menulisnya, bahkan setelah lulus nanti," pungkasnya.


Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya literasi yang dibangun di MTs Terpadu Ar Roihani Lawang tidak hanya menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk berprestasi lewat karya tulis. (*)

Artikel ini ditulis oleh Nurul Latifa, Guru Bahasa Indonesia MTS Terpadu Ar Roihan Lawang

Editor : A. Nugroho
budaya lawang mts Literasi malang