Prodi Ilmu Komunikasi UNMER Malang Implementasikan Kerja Sama dengan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru melalui Studi Lapang CSR

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:01 WIB
TERJUN LANGSUNG: Studi lapang mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) di CMC Tiga Warna.
TERJUN LANGSUNG: Studi lapang mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) di CMC Tiga Warna.

 

MALANG, RADAR MALANG - Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Merdeka (UNMER) Malang mengimplementasikan kerja sama dengan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru melalui kegiatan studi lapang mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) di kawasan CMC Tiga Warna, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk pelaksanaan kerja sama yang dituangkan dalam Implementation Agreement (IA). Dokumen IA ditandatangani oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNMER Malang, Sri Widayati, S.Pd., M.Si., bersama Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, Saptoyo.

Adapun kerja sama kelembagaan antara UNMER Malang dan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru juga didukung melalui dokumen Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai payung kerja sama.

Studi lapang CSR ini diikuti 60 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNMER Malang. Mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai program konservasi pesisir, pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat, serta tantangan dalam menjaga kawasan konservasi.

Mereka juga turut melakukan penanaman 30 bibit mangrove sebagai bagian dari pembelajaran langsung mengenai implementasi CSR berbasis lingkungan.

Penanaman mangrove menjadi penting karena tanaman ini berperan menahan abrasi, menjaga habitat biota pesisir, menyerap karbon, serta membantu memulihkan ekosistem pantai.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari CSR sebagai konsep di ruang kelas, tetapi juga melihat praktik kolaborasi antara perusahaan, mitra pelaksana, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru dikenal sebagai pengelola kawasan konservasi pesisir dan ekowisata berbasis masyarakat melalui CMC Tiga Warna.

Yayasan ini menjalankan berbagai kegiatan konservasi, mulai dari rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, pengelolaan wisata berbasis konservasi, hingga pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem pesisir.

Dalam konteks pembelajaran CSR, Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru menjadi mitra pelaksana dan kolaborator program lingkungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program CSR.

Karena itu, mahasiswa dapat melihat bagaimana dukungan CSR perusahaan diimplementasikan di lapangan melalui mitra yang memahami kebutuhan kawasan, masyarakat, dan keberlanjutan konservasi.

Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, Saptoyo, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memperluas edukasi konservasi dan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan pesisir.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan UNMER Malang. Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk perguruan tinggi," ujar Saptoyo.

 Harapannya, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini. "Tetapi dapat berlanjut melalui edukasi, penelitian, pendampingan, dan kegiatan nyata yang mendukung pelestarian kawasan pesisir,”imbuhnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNMER Malang, Sri Widayati, S.Pd., M.Si., mengatakan IA menjadi dokumen pelaksanaan kegiatan yang memperkuat pembelajaran mahasiswa di luar kelas.

“IA ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan studi lapang CSR sebagai bagian dari implementasi kerja sama," beber Sri.

 Melalui kegiatan ini, Sri mengatakan, mahasiswa dapat belajar langsung dari mitra, sementara Prodi Ilmu Komunikasi juga dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. "Juga penguatan komunikasi program konservasi,” paparnya.

Dosen pengampu mata kuliah CSR, Fajaria Menur Widowati, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan kegiatan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami praktik CSR secara lebih utuh.

“CSR tidak cukup dipahami dari teori atau laporan perusahaan saja. Mahasiswa perlu melihat bagaimana program dijalankan di lapangan, siapa saja yang terlibat, bagaimana masyarakat merespons, dan tantangan apa yang dihadapi," ungkapnya.

Fajaria mengatakan, dari Sendang Biru, mahasiswa belajar bahwa CSR adalah kerja kolaboratif antara perusahaan, mitra pelaksana, komunitas, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi UNMER Malang dan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru diharapkan dapat mengembangkan program lanjutan, seperti riset mahasiswa dan dosen, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan komunikasi lingkungan, dokumentasi program konservasi, serta penguatan publikasi ekowisata berbasis konservasi. (*)

Editor : A. Nugroho
FISIP CSR Unmer malang