MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jadwal pembagian seragam gratis dari Pemkot Malang sempat disusun pada Senin lalu (20/7). Itu bertepatan dengan dimulainya pembelajaran normal di kelas bagi siswa baru. Serta, berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Namun karena baru 80 persen seragam yang diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, pembagian seragam gratis dijadwal ulang pada Agustus mendatang. Tahun ini total ada 3.513 seragam yang disediakan untuk murid baru.
Yaitu 2.013 setel seragam merah putih untuk SD, dan 1.500 setel seragam biru putih untuk pelajar SMP. Total anggarannya senilai Rp 1,4 miliar. ”Karena khusus dibagikan untuk siswa baru dari masyarakat desil 1 dan 2, pendataan kami lakukan sejak tahun ajaran baru,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah Muflikh Adhim.
Pihaknya memberi pagu pada tiap sekolah berdasar jumlah pengajuan. Adhim membebaskan sekolah memprioritaskan murid mana saja yang termasuk desil 1 sampai 2 dan berhak mendapat seragam gratis.
Anggaran seragam gratis dari Pemkot Malang tahun ini memang berkurang dibanding 2025 lalu. Dari Rp 6,5 miliar dengan jumlah 13 ribu seragam tahun lalu, kini hanya menjadi Rp 1,4 miliar. Itu disebabkan terpangkasnya dana transfer daerah sehingga berpengaruh pada anggaran pendidikan.
”Tahun lalu seragam gratis untuk semua siswa baru, saat ini khusus siswa miskin saja, namun kami pastikan penerimanya tepat sasaran,” lanjut Adhim.
Pihaknya juga menegaskan bagi orang tua yang belum bisa membeli seragam untuk anaknya tak perlu khawatir. Sebab dalam waktu dekat belum ada batasan waktu siswa baru harus memakai seragam baru.
Dalam waktu dekat Adhim juga bakal mengumpulkan wali murid yang mengajukan permohonan seragam gratis. Pihaknya bakal melakukan verifikasi data bersama Dinas Sosial Kota Malang. Dengan konsentrasi pembagian serta pengawasan melalui sekolah-sekolah.
Di tempat lain, Kepala SMPN 8 Kota Malang Sri Nuryani menuturkan bahwa pendataan tahun ini masih belum berjalan. Sebab birokrasinya berbeda dengan tahun lalu yang hanya menyetor jumlah siswa baru saja. Sementara tahun ini harus ada formulir khusus untuk mendapat seragam gratis itu.
”Belum ada pengumuman lebih lanjut, sepertinya pendataannya terpusat di dinas (Disdikbud),” ujar Sri. Tahun ini pihaknya menerima sekitar 250 siswa baru. Dari total itu ada sekitar 30 siswa baru yang masuk desil 1 dan 2. Itu rata-rata terjaring dari siswa jalur afirmasi. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra