MALANG, RADAR MALANG - Universitas Merdeka (UNMER) Malang melalui Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP menggandeng dua mitra konservasi, yakni Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru/CMC Tiga Warna di Kabupaten Malang dan Komunitas Bala Daun Mertasari di Kabupaten Pasuruan, untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembelajaran lapangan mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR), edukasi karbon, konservasi pesisir, serta pemberdayaan UMKM. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu kawasan Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru/CMC Tiga Warna, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Selasa, 14 Juli 2026, dan Rumah Konservasi Bala Daun Mertasari, Dusun Wonomerto, Desa Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada 17–18 Juli 2026.
Di Sendang Biru, sebanyak 60 mahasiswa mengikuti pemaparan mengenai konservasi pesisir, rehabilitasi mangrove, pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat, serta tantangan menjaga kawasan konservasi. Mahasiswa juga turut menanam 30 bibit mangrove sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
Sementara itu, di Bala Daun Mertasari, sebanyak 23 mahasiswa mengikuti kegiatan lapangan untuk memahami konservasi pegunungan, perlindungan mata air, penghijauan, dan pemberdayaan komunitas. Mahasiswa juga mengikuti praktik penghitungan serapan karbon sebagai bagian dari edukasi perubahan iklim.
Praktik penghitungan karbon tersebut menjadi salah satu materi penting agar mahasiswa memahami bahwa program konservasi tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga dapat diukur kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon.
Selain edukasi karbon, kegiatan di Bala Daun juga dilanjutkan dengan FGD dan pelatihan bagi pelaku UMKM di Dusun Wonomerto. FGD dilakukan untuk menggali kebutuhan dan kendala pelaku UMKM dalam mempromosikan produk. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan materi promosi dan identitas visual menggunakan Canva dan AI.
Dalam pelatihan tersebut, pelaku UMKM dikenalkan pada pembuatan logo sederhana, pengembangan ide foto produk, penyusunan materi promosi, caption, hingga desain packaging. Kegiatan ini diharapkan membantu pelaku UMKM memperkuat daya tarik produk, memperluas pemasaran digital, dan mendorong peningkatan ekonomi lokal.
Ketua Komunitas Bala Daun Mertasari, Kariadi, mengatakan kegiatan bersama UNMER Malang memberi manfaat bagi komunitas dan masyarakat, terutama dalam edukasi lingkungan dan penguatan UMKM.
“Kami senang mahasiswa UNMER Malang bisa belajar langsung di Bala Daun, mulai dari konservasi, penghitungan karbon, sampai pendampingan UMKM. Kegiatan seperti ini penting karena masyarakat tidak hanya diajak menjaga lingkungan, tetapi juga dibantu dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal,” ujar Kariadi.
Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, Saptoyo, menilai keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memperluas edukasi konservasi pesisir kepada generasi muda.
“Konservasi pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan hadirnya mahasiswa, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menjaga mangrove dan ekosistem pesisir,” ujar Saptoyo.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNMER Malang, Sri Widayati, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung implementasi SDGs.
“Kegiatan ini sejalan dengan beberapa poin SDGs, terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori CSR di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana isu lingkungan, penghitungan karbon, konservasi pesisir, dan pemberdayaan UMKM dijalankan bersama mitra di lapangan,” ujar Sri Widayati.
Dosen pengampu mata kuliah CSR, Fajaria Menur Widowati, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memahami CSR dalam konteks keberlanjutan.
“Di lapangan, mahasiswa belajar bahwa CSR tidak hanya berkaitan dengan program perusahaan, tetapi juga praktik kolaboratif yang dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs jika dijalankan bersama mitra dan masyarakat,” ujar Fajaria.
Melalui kolaborasi dengan dua mitra konservasi tersebut, UNMER Malang berharap pembelajaran CSR dapat terus dikembangkan secara aplikatif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung konservasi lingkungan, edukasi perubahan iklim, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan berkelanjutan. (*)
Editor : A. Nugroho