MALANG KOTA, RADAR MALANG – Antusiasme guru Kota Malang untuk mengikuti Diklat Jurnalistik SD/MI se-Kecamatan Klojen sangat tinggi. Banyak guru yang sudah mendaftar. Kuota peserta pun kini hanya menyisakan untuk 10 orang.
Sampai kemarin (23/7), tercatat ada 9 SD Negeri yang mendaftarkan guru-gurunya dalam diklat kali ini. Di antaranya, SDN Klojen, SDN Kasin, SDN Penanggungan, SDN Sukoharjo 1, SDN Kauman 1, SDN Kiduldalem 1, SDN Bareng 1, SDN Rampal Celaket 1, dan SDN Sukoharjo 2.
Sedangkan untuk SD swasta, ada tiga sekolah yang bersemangat untuk belajar jurnalistik dan mengantisipasi berita hoaks yang ada di sekolahnya. Mulai dari SD Muhammadiyah 9, SDK Mardiwiyata 1, dan SDK Santo Yusuf ll Malang.
“Banyak sekali prestasi dan informasi update yang ada di sekolah kami. Tapi, belum maksimal secara pemberitaan. Semoga dengan guru kami ikut sertakan di acara ini, bisa meningkatkan literasi di sekolah kami,” jelas Kepala SDN Kauman 1 Sentot Hariyanto SPsi.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM berterima kasih untuk partisipasi seluruh sekolah untuk mensukseskan kegiatan ini. “Semoga guru bisa menjadi contoh penguatan literasi dengan karya buku yang dibuat. Media sosial sekolah semakin hidup dengan narasi-narasi yang positif,” tandasnya.
Diklat yang sudah digelar sejak 2023 lalu ini terbukti sukses mengedukasi guru untuk membuat berita secara mandiri. Selain itu, pada 2025 lalu sebanyak 30 guru berhasil menerbitkan buku berjudul Pena Tajam Lawan Tirani yang di-launching langsung oleh Wali Kota Malang Dr Ir H Wahyu Hidayat MM.
Sejumlah pemateri berkompeten disiapkan dalam diklat kali ini. Salah satunya, Wakil Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Nantinya selama diklat, tak hanya kepenulisan berita, Mahmudan akan memberikan edukasi pembuatan standar operasional prosedur (SOP) untuk menerima tamu LSM serta wartawan abal-abal alias bodrex.
Selain itu, ada Direktur PT Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd yang juga merupakan salah satu penulis buku terbaik di Kota Malang. Wawan akan memberi materi untuk membuat buku antologi. (bes)
Editor : A. Nugroho