KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG – Meski infrastruktur belum dibangun, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) ditargetkan beroperasi tahun depan. Fokusnya mencetak lulusan berdaya saing global dengan kemampuan berbahasa asing memadai, seperti Mandarin dan Inggris.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan gedung terealisasi paling lambat akhir 2026. Jangka waktu pengerjaannya sekitar enam bulan. “Sehingga bisa beroperasi paling cepat tahun ajaran 2027,” ujar Tomie beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan, Kabupaten Malang sudah mempunyai Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi. Lokasinya di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. Kemudian tahun ini mengumumkan bakal ada sekolah lagi milik pemerintah pusat. Yakni Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Untuk pembangunan SNT, pihaknya menyediakan lahan seluas 50 hektare di Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Namun informasi yang diterima Pemkab Malang, lahan yang dipakai untuk pembangunan gedung dan fasilitas SNT sekitar 18 hektare.
Mengenai penentuan siswa, dia melanjutkan, berbeda dengan SR Srigonco. Untuk penerimaan calon siswa SR langsung penunjukan dari kementerian sosial (Kemensos), sedangkan SNT menggunakan sistem seleksi.
Dia mengatakan, penerimaan siswa baru untuk setiap jenjang bakal dilaksanakan bersamaan. Dalam tahun berikutnya, anak yang lulus dari jenjang SD SNT dapat melanjutkan ke jenjang SMP, asalkan lolos seleksi. “Anak-anak di SNT ini dipersiapkan bagi mereka yang memiliki visi global,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang tersebut.
Bahasa yang akan dipelajari lebih beragam. Di antaranya bahasa Inggris dan Mandarin. Jika sudah lulus, alumninya akan disiapkan untuk memasuki perguruan tinggi terbaik di Indonesia maupun mancanegara.
“Tidak hanya bangunan kelas SD, SMP, SMA, dan SMK yang terintegrasi di sana. Fasilitas lain seperti laboratorium hingga sarana olahraga juga tersedia,” kata Tomie.
”Namun sekolah lain juga diizinkan memanfaatkan fasilitasnya, karena ini merupakan role model terintegrasi,” tambah ASN senior di Pemkab Malang itu.
Mengenai biaya pembangunan, dia melanjutkan, Pemerintah Pusat menyiapkan sekitar Rp 300 miliar. Berdasar situs web Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, terdapat enam jenis fasilitas yang bakal dibangun. Meliputi smart classroom dan green school, laboratorium bertaraf internasional, perpustakaan dan ruang belajar, studio seni dan kreatif, teachers’ innovation hub, serta sport center bertaraf internasional
Smart classroom dan green school dirancang ramah lingkungan dan aman untuk anak-anak. Perlengkapan pembelajaran fleksibel dengan berbagai metode pembelajaran serta penerapan teknologi di kelas.
Laboratorium yang tersedia meliputi laboratorium sains (biologi, fisika, kimia, dan bioteknologi), komputer dan artificial intelligence (AI), bahasa, hingga lahan pertanian, peternakan, dan ruang pengembangan skill.
Sementara itu, di perpustakaan akan tersedia akses e-journal global serta terdapat ruang diskusi dan coworking untuk siswa. Penggalian potensi seni siswa bakal dilakukan melalui studio musik (tradisional dan modern), seni rupa, tari dan teater, serta auditorium.
Sedangkan untuk fasilitas teachers' innovation hub berupa ruangan dengan coworking style yang dilengkapi sistem digital serta kolaborasi guru. Ruangan juga dapat dijadikan sebagai pusat pelatihan guru dan tenaga kependidikan (GTK). Kemudian di sport center ada lapangan sepak bola, basket, lintasan lari, lapangan, kolam renang berstandar, hingga GOR multifungsi.(yun/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang