DAMPIT, RADAR MALANG – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan dibangun di Kecamatan Dampit hanya menerima maksimal 20 siswa di setiap rombongan belajar (rombel). Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan peserta didik berprestasi yang memiliki daya saing global. Pembangunan sekolah ditargetkan dimulai sebelum akhir 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga kurang mampu, SNT dirancang sebagai sekolah khusus bagi siswa berprestasi. Seluruh calon peserta didik akan mengikuti proses seleksi berjenjang sebelum dinyatakan diterima.
Kuota Hanya 40 Siswa Per Jenjang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, setiap jenjang pendidikan di SNT akan membuka dua rombongan belajar. Masing-masing rombel diisi maksimal 20 siswa sehingga total kuota setiap jenjang hanya 40 peserta didik.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Srigonco Malang Mulai MPLS Pekan Depan
"Tujuannya menyiapkan anak-anak yang memiliki visi global. Karena itu, proses masuknya melalui seleksi," ujar Tomie.
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan secara terbuka bagi siswa asal Kabupaten Malang. Bahkan, siswa yang telah menempuh pendidikan di SD SNT tetap harus mengikuti seleksi kembali apabila ingin melanjutkan ke jenjang SMP SNT.
"Seleksi dilakukan serentak di setiap jenjang. Siswa yang lulus dari SD SNT dapat melanjutkan ke SMP SNT, tetapi tetap harus mengikuti tes," jelasnya.
Seleksi Akademik dan Nonakademik
Mengacu pada petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SNT Tahun Ajaran 2026/2027, proses seleksi terdiri atas dua tahap, yakni seleksi administrasi dan tes bakat skolastik.
Tes tersebut mengukur kemampuan penalaran verbal, numerik, logika, hingga pemecahan masalah. Hasil seluruh peserta kemudian diperingkat untuk menentukan siswa yang diterima.
Penerimaan dilakukan melalui dua jalur. Jalur akademik memperoleh kuota minimal 80 persen dengan penilaian berdasarkan tes bakat skolastik, tes kemampuan akademik, nilai rapor, prestasi akademik, serta afirmasi.
Sementara itu, jalur nonakademik mendapat alokasi maksimal 20 persen. Penilaian difokuskan pada prestasi nonakademik yang dipadukan dengan hasil tes, nilai rapor, dan afirmasi.
Fokus Cetak Lulusan Berstandar Global
Tomie menambahkan, peserta didik diprioritaskan berasal dari Kabupaten Malang. Meski demikian, SNT tidak menerapkan sistem asrama.
Baca Juga: Anugerah Pendidikan 2026 Jadi Sarana Mendongkrak Branding Sekolah
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk pembangunan sekaligus operasional SNT. Sekolah yang berdiri di atas lahan aset Pemkab Malang seluas sekitar 18 hektare itu juga akan memperkuat penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin, sebagai bekal mencetak lulusan berstandar global.
Editor : Aditya Novrian