MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengukuhkan 69 insinyur melalui Sumpah Profesi Insinyur Program Reguler Angkatan V dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan XVI Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), Sabtu (25/7), di Auditorium Prof Ir Suryono, FT UB.
Prosesi dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso, M.P., mewakili Rektor UB. Hadir pula Dekan FT UB sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., beserta jajaran pimpinan fakultas dan keluarga peserta.
Sebanyak 69 peserta dari jalur reguler dan RPL resmi menyandang gelar Insinyur. Mereka berasal dari berbagai bidang, seperti teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, dan teknik fisika, dengan latar belakang profesi dari akademisi, BUMN, swasta, hingga instansi pemerintah.
Wakil Dekan Bidang Akademik FT UB, Dr Eng Ir Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng. (Prac)., IPU., ASEAN Eng., mengatakan seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi. Hingga kini, PSPPI FT UB telah mengukuhkan 1.036 insinyur sebagai wujud komitmen universitas dalam menyiapkan tenaga profesional yang kompeten.
Sumpah profesi dipimpin Dekan FT UB, Prof Hadi Suyono. Ia menegaskan pengukuhan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran yang menekankan profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat.
Sementara itu, Prof Imam Santoso menyatakan insinyur memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, selain memiliki kompetensi teknis, insinyur juga dituntut menghadirkan inovasi yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan orasi ilmiah Direktur Utama PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Wijaya. Ia mengingatkan pentingnya integritas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan semangat belajar sepanjang hayat agar insinyur mampu menjawab tantangan dunia industri yang terus berkembang.
Penyelenggaraan Sumpah Profesi Insinyur ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (drn)
Editor : A. Nugroho