MTsN 6 Malang Konsisten Kembangkan Peminatan Riset Siswa

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 11:35 WIB
Kepala MTsN 6 Malang Zainul Musafak
Kepala MTsN 6 Malang Zainul Musafak

 

MTsN 6 Malang mengakomodasi keragaman potensi peserta didik. Salah satunya minat terhadap riset. Dirintis sejak tahun ajaran 2015/2016, tiga tahun kemudian dinobatkan sebagai madrasah riset.

 

Madrasah di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen tersebut konsisten mengembangkan kemampuan riset peserta didiknya. Kiprah riset di madrasah tersebut dirintis melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi, meski belum sampai tingkat nasional. Event perguruan tinggi juga diikutkan, seperti event dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Jember (Unej).

Kepala MTsN 6 Malang Zainul Musafak mengatakan, komitmen tersebut makin solid saat madrasah resmi mengantongi SK Madrasah Riset pada tahun ajaran 2018/2019. Dilanjutkan keterlibatan aktif dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang riset. Pengembangan riset tersebut direalisasikan melalui salah satu peminatan di kelas olimpiade. Namun siswa dari kelas lain juga bisa bergabung.

“Setiap anak unik dan memiliki potensi besar. Melalui wadah riset ini, kami tidak hanya membuka peluang bagi kelas olimpiade, tetapi juga memberi ruang bagi siswa dari kelas lain untuk melakukan penelitian,” kata Zainul.

Contoh keberhasilan berhasil mereka ialah, Juara 1 Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) pada ajang MAN 2 Kota Kediri Scientific Research Competition (MICO) 2026 tingkat SMP/MTs se-Jawa Timur. Tim MTsN 6 Malang mengangkat penelitian berjudul "Studi In Vivo dan In Silico Hidrogel Patch Ekstrak Putri Malu (Mimosa pudica L.) untuk Terapi Luka Diabetes". Penelitian ini berangkat dari tingginya angka penderita diabetes melitus yang rentan mengalami luka kronis atau ulkus diabetikum yang sulit sembuh.

Melalui penelitian tersebut, keduanya mengembangkan hydrogel patch berbahan dasar ekstrak akar dan daun tanaman putri malu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi hidrogel dengan 30 persen ekstrak putri malu memiliki pelepasan senyawa aktif yang paling stabil.

Pada pengujian penyembuhan luka diabetes, kombinasi hydrogel patch dengan antiseptik octenidine mampu mempercepat penyembuhan luka hingga 96,72 persen. Sekaligus membantu mengurangi pembentukan jaringan parut dan memperbaiki regenerasi jaringan kulit.

Ko­mitmen riset di MTsN 3 Malang terus berlanjut melalui berbagai kompetisi. Misalnya Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Olimpiade Madrasah Indonesia.

“Jika ditotal, ada 12 medali yang sudah diraih tim riset pada tahun ajaran 2025/2026,” ucapnya.

Selain riset, di kelas olimpiade tersebut juga ada tiga peminatan lain. Yakni matematika, IPA, dan IPS. Peserta didik di kelas tersebut memang disiapkan untuk berkompetisi.Jika ditotal, ada sembilan kelas unggulan. Yakni International Class Program (ICP) yang menggunakan kurikulum cambridge, bilingual, olimpiade, agama, tahfiz, olahraga, sepak bola, seni, dan teknologi informasi (TI). (yun/dan)

Editor : Mahmudan
Sekolah Malang mtsn 6 malang Pendidikan Malang