Siapkan Lingkungan Bersih dan Kedisiplinan Tinggi
MALANG – Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang menawarkan program-program yang berbeda dari pesantren pada umumnya. Karena di pesantren ini tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi para santri dipersiapkan menjadi generasi religius yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut, model pendidikan yang dikembangkan memadukan pembelajaran keislaman, pembentukan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan berbisnis dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan disiplin.
Mudir PEM Gondanglegi, K.H. Muh. Fahri, S.Ag., M.M., mengatakan pembentukan karakter menjadi fondasi utama sebelum santri dibekali kemampuan berwirausaha. Guna menunjang proses pembentukan karakter ini, pesantren menerapkan Gerakan 5A sebagai sistem pembinaan yang menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh santri selama menempuh pendidikan.
Gerakan 5A itu terdiri dari (1) Aman dari kekerasan, yakni bebas dari segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun verbal. Budaya saling menghormati dan menghargai terus ditanamkan agar tercipta hubungan yang harmonis antarsantri maupun antara santri dan para pengasuh. (2) Aman dari rasa lapar. Pesantren memastikan kebutuhan konsumsi santri terpenuhi dengan baik. Bahkan untuk makan menggunakan system prasmanan. Sehingga santri bisa makan dengan lebih nyaman. (3) Aman dari kesakitan diwujudkan melalui layanan kesehatan, pemantauan kondisi fisik, dan pendampingan bagi santri. (4) Aman dari kehilangan diterapkan melalui sistem pengawasan serta pembiasaan menjaga barang milik sendiri maupun sesama sehingga tercipta lingkungan yang aman dan penuh rasa tanggung jawab. (5) Aman dari tindakan amoral, diwujudkan melalui pembinaan akhlak, penguatan nilai-nilai Islam, serta pengawasan yang berkesinambungan.
“Lingkungan pesantren yang sehat secara moral merupakan modal penting dalam membentuk karakter santri yang berintegritas. Sehingga Gerakan 5A menjadi komitmen kami dalam menghadirkan lingkungan pesantren yang benar-benar aman dan nyaman sehingga santri dapat belajar, beribadah, sekaligus mengembangkan potensi dirinya secara maksimal," jelasnya.
Selain Gerakan 5A, menurut Fahri, PEM Gondanglegi juga menerapkan Gerakan 5P sebagai budaya hidup bersih, rapi, dan tertib di lingkungan asrama. Program ini menjadi pembiasaan yang dilakukan setiap hari oleh seluruh santri. Gerakan 5 P tersebut adalah 1) Pastikan kamar bersih dan rapi. 2) Pastikan perlengkapan tidur tertata rapi. 3) Pastikan perlengkapan makan bersih dan higienis. 4) Pastikan perlengkapan mandi bersih dan tertata. 5) Pastikan barang berharga tersimpan aman. Melalui program tersebut, santri dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap barang milik pribadi.
Menurut Fahri, pendidikan kewirausahaan tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter. Seorang wirausahawan, katanya, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengelola usaha, tetapi juga harus memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan. "Karakter yang baik merupakan modal utama seorang entrepreneur. Karena itu, pembiasaan melalui Gerakan 5A dan Program 5P menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," jelasnya.
Melalui perpaduan pendidikan agama, kepemimpinan, karakter, dan kewirausahaan tersebut, PEM Gondanglegi berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya memahami ilmu keislaman, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mandiri secara ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Model pendidikan ini menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam melahirkan generasi muslim yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Untuk informasi lebih jelas bisa datang langsung ke Jalan Raya Hayam Wuruk No.25, Gondanglegi Wetan, Krajan 1, Gondanglegi, Kabupaten Malang atau bisa menghubungi 081945732110.(lid)