Perluas Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, FT UB Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

A. Nugroho • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:00 WIB
PENGABDIAN: Tim Pengmas FTUB berada di Masjid Al-Amin Zhongli, Taiwan.
PENGABDIAN: Tim Pengmas FTUB berada di Masjid Al-Amin Zhongli, Taiwan.
 

TAIWAN, RADAR MALANG  – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) terus memperluas implementasi tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional. Melalui International Community Service Program, FT UB menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema "Peningkatan Mental Health Awareness pada Pekerja Indonesia di Taiwan" pada 26 Juli 2026 di Taiwan.

Program ini diikuti masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Taiwan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental sekaligus memperkuat kemampuan pekerja migran dalam menjaga kesejahteraan psikologis selama bekerja di luar negeri.

Delegasi FT UB dalam kegiatan ini terdiri atas Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Ir L. Tri Wijaya N. Kusuma, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., serta Angga Akbar Fanani, S.T., M.T. Kehadiran keduanya menjadi wujud komitmen FT UB dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak bagi warga negara Indonesia di tingkat global.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai faktor yang memengaruhi produktivitas, keselamatan kerja, kualitas pengambilan keputusan, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengelola stres, bekerja secara produktif, membangun hubungan sosial yang sehat, serta berkontribusi di lingkungan sekitar.

BERDAYA: Diskusi di Masjid Al-Amin Zhongli, Taiwan.
BERDAYA: Diskusi di Masjid Al-Amin Zhongli, Taiwan.

 

Selain itu, peserta diajak mengenali berbagai tantangan yang kerap dihadapi pekerja migran Indonesia, seperti adaptasi budaya, kendala bahasa, tekanan pekerjaan, jarak dengan keluarga, hingga tuntutan ekonomi yang berpotensi memicu stres maupun gangguan psikologis. Mereka juga dibekali pengetahuan untuk mengenali gejala awal gangguan kesehatan mental, mulai dari perubahan emosi, kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, kelelahan berkepanjangan, hingga perubahan perilaku.

Tak hanya memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, FT UB juga membekali peserta dengan berbagai strategi praktis menjaga kesehatan mental. Materi yang disampaikan meliputi penerapan self-care, teknik pengelolaan stres, pentingnya membangun sistem dukungan sosial, hingga keberanian mencari bantuan profesional saat menghadapi persoalan psikologis. Peserta juga mempraktikkan teknik pernapasan, grounding, serta menyusun rencana pribadi dalam menghadapi situasi yang menimbulkan tekanan.

Angga Akbar Fanani menegaskan bahwa literasi kesehatan mental merupakan bekal penting bagi pekerja migran agar mampu menghadapi berbagai tantangan selama bekerja di luar negeri.

"Kami ingin mendorong terbentuknya kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Dengan pemahaman yang baik, pekerja migran dapat lebih tangguh menghadapi tekanan, tetap produktif, dan mampu membangun lingkungan kerja maupun komunitas yang saling mendukung," ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama bekerja di Taiwan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan pendampingan, akses bantuan, serta pentingnya membangun jejaring sosial yang positif di negara penempatan.

Program pengabdian internasional ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran kesehatan mental, SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi berbasis masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FT UB menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di berbagai negara. Diharapkan kegiatan serupa dapat memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental pekerja migran sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia di luar negeri yang lebih sehat, tangguh, dan produktif. (mda/drn)

Editor : A. Nugroho
teknik UB FT UB Fakultas Taiwan