Tim Universitas Ma Chung  PKM-RSH 2026 Kembangkan Model Tata Kelola UMKM Berbasis Filosofi Jawa di Kayutangan Heritage

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Tim PKM RSH Universitas Ma Chung Turun Langsung Ke Kayutangan
Tim PKM RSH Universitas Ma Chung Turun Langsung Ke Kayutangan

MALANG – Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ma Chung. Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2026 melalui proposal penelitian berjudul “Jiwa dalam Laba: Integrasi Kosmologi Jawa Sedulur Papat Limo Pancer dalam Perancangan Model Tata Kelola UMKM Heritage Malang Berbasis Budaya.”

Tim penelitian tersebut diketuai oleh Bagas Brian Pratama, S.Tr.Ak., M.Tr.Ak., CAAT dengan anggota Silvie Gunawan (Program Studi Akuntansi), Andi Natan Kamil Azzumarzidan (Program Studi Manajemen), Maulida Tri Atmajayanti (Program Studi Akuntansi), serta Sherly Natalia Sunaryo (Program Studi Akuntansi).

Kompak Bersama Mengembangkan UMKM
Kompak Bersama Mengembangkan UMKM

Melalui penelitian tersebut, tim akan mengkaji bagaimana filosofi Jawa Sedulur Papat Limo Pancer dapat diintegrasikan dalam penyusunan model tata kelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Kampoeng Heritage Kayutangan, Kota Malang. Penelitian diharapkan mampu menghasilkan model tata kelola yang tidak hanya efektif dari sisi manajerial, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai budaya lokal.

Ketua tim, Bagas Brian Pratama, menjelaskan bahwa selama ini banyak pelaku UMKM menghadapi tantangan dalam menerapkan konsep tata kelola modern karena dinilai kurang sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.

"Kami melihat bahwa tata kelola usaha tidak selalu harus mengadopsi konsep modern secara utuh. Nilai-nilai budaya lokal yang telah hidup di masyarakat justru memiliki potensi besar menjadi landasan dalam membangun tata kelola UMKM yang lebih relevan, mudah diterapkan, dan berkelanjutan," ujarnya.

Diskusi dengan Para Pelaku UMKM Untuk Mendapatkan Hasil yang Maksimal
Diskusi dengan Para Pelaku UMKM Untuk Mendapatkan Hasil yang Maksimal

 

Menurut Bagas, filosofi Sedulur Papat Limo Pancer dipilih karena mengandung nilai keseimbangan, harmoni, tanggung jawab, dan hubungan antarmanusia yang masih kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa.

"Harapannya, penelitian ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi akademik, tetapi juga menjadi model praktis yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, khususnya di kawasan heritage seperti Kayutangan," tambahnya.

Kampoeng Heritage Kayutangan dipilih sebagai lokasi penelitian karena menjadi salah satu kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya yang memiliki aktivitas ekonomi masyarakat melalui berbagai UMKM. Keberadaan kawasan tersebut dinilai mampu merepresentasikan hubungan erat antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi lokal.

Dalam pelaksanaannya, penelitian melibatkan pelaku UMKM sebagai informan sekaligus responden. Mereka akan berpartisipasi melalui wawancara mendalam dan pengisian kuesioner. Sebagian pelaku UMKM juga akan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses penyusunan model tata kelola.

Selain itu, Pokdarwis Kampoeng Heritage Kayutangan turut menjadi mitra penelitian. Pokdarwis berperan dalam mendukung proses perizinan penelitian, membantu menentukan informan yang representatif, hingga memberikan masukan terhadap hasil penelitian yang akan disusun.

Perwakilan Pokdarwis Kampoeng Heritage Kayutangan menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, penelitian berbasis budaya memiliki potensi memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan heritage.

"Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama Kampoeng Heritage Kayutangan," ungkapnya.

Penelitian dijadwalkan berlangsung selama lima bulan, yakni mulai Mei hingga September 2026. Tahapan kegiatan meliputi persiapan penelitian, observasi lapangan, koordinasi dengan Pokdarwis, pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, analisis data, hingga pelaksanaan Focus Group Discussion sebagai tahap validasi hasil penelitian.

Silvie Gunawan, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa penelitian ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat.

"Kami ingin menghasilkan penelitian yang tidak berhenti sebagai laporan akademik. Harapannya, model tata kelola yang kami susun benar-benar dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya sekaligus menjaga nilai budaya lokal," katanya.

Dengan keberhasilan memperoleh pendanaan PKM-RSH 2026, tim Universitas Ma Chung berharap penelitian ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan tata kelola UMKM berbasis budaya di Indonesia. Model yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan heritage lain dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam praktik pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
universitas ma chung