SMK NUSA Kembalikan Tradisi Juara ke Jawa Timur, Bawa Pulang Emas LKS Nasional 2026

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:35 WIB
TERBAIK : Pembimbing lomba Mudi Saputro Sapto Yuwono SPd (kiri) bersama Ahmad Ilham Maulana dan Afriendi Eka Fardhansyah peraih Juara 1 Lomba LKS DIKMEN Tingkat Nasional 2026, bidang keahlian Landscape and Gardening.
TERBAIK : Pembimbing lomba Mudi Saputro Sapto Yuwono SPd (kiri) bersama Ahmad Ilham Maulana dan Afriendi Eka Fardhansyah peraih Juara 1 Lomba LKS DIKMEN Tingkat Nasional 2026, bidang keahlian Landscape and Gardening.

BOGOR, RADAR MALANG - SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo (SMK NUSA) kembali mengukuhkan posisinya di kancah nasional. 

Kontingen SMK NUSA yang mewakili Jawa Timur berhasil membawa pulang medali emas setelah menyabet Juara 1 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional 2026 pada bidang keahlian Landscape and Gardening.

Perlombaan bergengsi yang berlangsung di Parung, Bogor, Jawa Barat, pada 24 Juli - 1 Agustus ini. Diikuti oleh kontingen terbaik dari 29 provinsi di seluruh Indonesia. Capaian gemilang ini disambut rasa syukur yang mendalam oleh Kepala SMK NUSA Imron Syahroni SPd MPd.

Imron, menegaskan bahwa keberhasilan mengembalikan tradisi emas ke Provinsi Jawa Timur merupakan bukti nyata dari komitmen sekolah dalam membentuk pribadi yang andal. "Pencapaian ini sekaligus menjadi pemacu motivasi bagi lebih dari 1.800 murid SMK NUSA di sembilan program keahlian untuk terus berprestasi sesuai dengan talenta masing-masing, serta mempertegas identitas SMK NUSA sebagai sekolahnya para Juaram," tegasnya.

Keberhasilan tersebut lahir dari persiapan matang yang bertumpu pada tiga faktor utama. Pertama, sekolah menerapkan pemusatan latihan (Training Center) yang terstruktur dan terukur sesuai kisi-kisi lomba, lengkap dengan evaluasi asesmen dan pengayaan secara berkala. Kedua, proses latihan ditunjang oleh peralatan kerja berstandar industri modern. 

Ketiga, seluruh perjuangan tim di lapangan senantiasa dibersamai oleh dukungan doa dari keluarga besar sekolah melalui amaliah Aswaja An-Nahdliyah. 

Persiapan menuju panggung Nasional juga menuntut ketahanan fisik dan mentalitas yang prima. Untuk mengatasi beban latihan yang tinggi, sekolah menugaskan guru olahraga mendampingi latihan fisik terukur setiap hari. 

Sementara itu, tim Bimbingan Penyuluhan (BP) memberikan konseling, program relaksasi, hingga parenting bersama orang tua untuk mencegah kejenuhan siswa. Sekolah bahkan memberangkatkan kontingen lebih awal ke Parung agar para peserta dapat beradaptasi langsung dengan cuaca terik lokasi lomba yang suhunya mencapai 34 derajat Celsius.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil manis dan apresiasi luas. Pada sesi pertemuan dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) dan Perguruan Tinggi di sela-sela perlombaan, hasil karya siswa SMK NUSA dinilai sangat profesional hingga setara dengan proyek tingkat mahasiswa. 

Selain membuahkan berbagai tawaran beasiswa dari kampus-kampus ternama, pihak sekolah juga memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan penuh bagi para siswa pemenang.
Kendati berhasil mengukir prestasi tertinggi, Imron Syahroni SPd MPd berpesan kepada para siswa dan pembimbing untuk tetap rendah hati dan tidak berpuas diri. 

Ia menjelaskan bahwa pemenang sejati adalah mereka yang mampu menahan hawa nafsu dari sikap jumawa. Ke depan, metode latihan terstruktur ini akan dijadikan Standar Operasional Prosedur resmi sekolah. SMK NUSA kini langsung mengalihkan fokus untuk mengejar target berikutnya, yakni membidik tiga medali emas tingkat nasional di bidang Landscape, Keperawatan, dan Teknik Sepeda Motor, serta empat medali emas di tingkat Provinsi Jawa Timur pada LKS mendatang. (bes)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
LKS Nasional 2026 Bp training center SMK NUSA