MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) terus mendorong edukasi energi bersih sejak usia dini. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Teknik Elektro, FTUB menggelar pelatihan dasar pemanfaatan green energy bagi siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) BAIPAS Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung di Departemen Teknik Elektro FTUB pada 18 Juli 2026 itu mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik interaktif agar siswa lebih mudah memahami konsep energi terbarukan.
Program dipimpin oleh Ir Unggul Wibawa, M.Sc., IPU bersama tim dosen yang terdiri atas r. Wijono, M.T., Ph.D.; Ir Teguh Utomo, M.T.; Prof Dr Ir Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng.; Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dan Dr Tri Nurwati, S.T., M.T. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Departemen Teknik Elektro angkatan 2024 serta tenaga laboran sebagai wujud sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
MI BAIPAS dipilih sebagai mitra karena memiliki konsep pembelajaran yang dekat dengan alam sehingga dinilai potensial dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan dan keberlanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Ir Unggul Wibawa, M.Sc., IPU, mengatakan pengenalan energi terbarukan sejak dini merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
"Melalui pelatihan ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa energi terbarukan bukan sekadar materi pelajaran, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu dikenalkan sejak dini. Harapannya, anak-anak memiliki kesadaran memanfaatkan energi bersih sekaligus tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan,"* ujarnya.
Pelatihan ini dilatarbelakangi masih terbatasnya edukasi mengenai energi ramah lingkungan bagi siswa sekolah dasar. Selain minimnya media pembelajaran dan alat peraga, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam bidang energi terbarukan juga masih relatif terbatas. Untuk itu, tim PkM FTUB tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menghibahkan sejumlah alat peraga agar proses pembelajaran dapat berlanjut di sekolah.
Selama kegiatan, para siswa diperkenalkan pada konsep dasar magnet, listrik, serta berbagai sumber energi terbarukan, seperti energi surya, angin (bayu), dan air. Materi disampaikan melalui presentasi sederhana yang disesuaikan dengan usia peserta, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat peraga di dalam maupun luar ruangan. Antusiasme peserta tampak tinggi saat mereka mendapat kesempatan mencoba langsung berbagai perangkat yang disiapkan tim pengabdian.
Sebagai tindak lanjut, tim FTUB juga mengadakan pendampingan bagi guru IPA MI BAIPAS pada 28 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, para guru dibimbing melakukan perakitan dan penggunaan alat peraga yang telah dihibahkan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran sains.
Sebelum pelaksanaan program, tim pengabdian melakukan berbagai persiapan, mulai dari survei ke sekolah mitra, penyusunan modul pembelajaran, perancangan dan perakitan alat peraga, hingga koordinasi teknis dengan pihak sekolah. Atas permintaan MI BAIPAS, pelatihan dipusatkan di Departemen Teknik Elektro FTUB agar para siswa dapat merasakan langsung atmosfer perkuliahan dan lingkungan kampus.
Melalui program ini, Departemen Teknik Elektro FTUB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sains sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap isu energi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun kesadaran energi bersih sejak usia dini. (drn/aw)
Editor : A. Nugroho