MALANG KOTA, RADAR MALANG - Universitas Brawijaya (UB) menerapkan konsep anyar tes kesehatan mental untuk mahasiswa baru (maba). Sebelumnya, mulai 2023 lalu tes kesehatan mental dilakukan lewat Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) UB.
”Tahun ini perdana dilakukan secara tatap muka dan serentak untuk sekitar 17 ribu maba,” kata Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB Dian Sudiono Putri. Karena digelar secara tatap muka, maba harus hadir langsung mengikuti tes di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit.
Selain itu, tes kesehatan mental juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penerimaan maba. Pelaksanaannya bersamaan dengan tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
Dian menjelaskan, tes kesehatan mental sejak maba itu bertujuan untuk pencegahan selama menjalani masa-masa perkuliahan. ”Bisa saja kondisi mahasiswa baik pada semester awal, tapi menurun di semester pertengahan,” sambungnya.
Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental para mahasiswa. Dian menambahkan, seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan tanpa dipungut biaya.
Kuesioner pemeriksaan tetap dibuat langsung oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB. Dalam pelaksanaannya, para maba juga mendapat pendampingan.
Pendampingan dilakukan oleh kalangan mahasiswa yang menjadi panitia. ”Panitia membantu memastikan kepada maba bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah,” tegas Dian.
Selanjutnya, hasil tes kesehatan mental bakal menjadi data awal kampus untuk maba yang membutuhkan pendampingan. Hasil tes pun tidak membuat maba dibeda-bedakan. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra