UMKM Kulit Ecoprint Sumbersekar Didorong Naik Kelas, KKN Mahasiswa Perkuat Digital Marketing

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:15 WIB
BERDAYA: Kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM kulit ecoprint di Sumbersekar pada 10 Agustus 2026.
BERDAYA: Kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM kulit ecoprint di Sumbersekar pada 10 Agustus 2026.

SUMBERSEKAR, RADAR MALANG – Upaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan dan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan UMKM Kulit Ecoprint di Sumbersekar yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari program Mengembangkan Produk Unggulan Daerah (PUD) di Sumbersekar.

Kegiatan ini didanai oleh Kemendiktisaintek dan melibatkan mahasiswa KKN Mitra Dosen serta dosen pengabdian masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengembangkan potensi lokal Desa Sumbersekar. Ecoprint dipilih karena memiliki keunikan tersendiri dengan memanfaatkan bentuk dan warna alami dari berbagai jenis daun serta tumbuhan.

Teknik tersebut menghasilkan motif yang berbeda pada setiap produk sehingga memiliki nilai seni dan daya tarik bagi konsumen.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Mitra Dosen bersama dosen pengabdian masyarakat memberikan pelatihan secara langsung kepada para pelaku UMKM dan masyarakat. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep ecoprint, tetapi juga melakukan praktik pembuatan produk secara langsung.

 Pendampingan dilakukan mulai dari proses pemilihan bahan, penataan motif, teknik pewarnaan, hingga menghasilkan produk ecoprint yang siap digunakan dan dipasarkan.

Dalam sesi praktik, peserta bersama tim pengabdian masyarakat secara langsung melakukan proses penataan daun pada bahan yang akan dibuat menjadi ecoprint.

TERAMPIL: Proses praktik penataan daun sebagai bagian dari pelatihan pembuatan ecoprint.
TERAMPIL: Proses praktik penataan daun sebagai bagian dari pelatihan pembuatan ecoprint.

 

Pendampingan diberikan agar peserta memahami cara memilih daun, menyusun motif, serta menghasilkan pola yang menarik. Proses praktik ini menjadi bagian penting karena peserta dapat langsung mencoba teknik yang telah diberikan dan mengembangkan kreativitas masing-masing.


Prof Wehandaka Pancapalaga selaku Ketua Pengabdian Masyarakat menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan pembuatan produk, tetapi juga pada keberlanjutan pengembangan UMKM di Sumbersekar. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Masyarakat perlu terus didampingi agar mampu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan desain, serta memasarkan ecoprint sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi dan ciri khas Sumbersekar,” ujarnya.


Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan dan mencoba mengembangkan berbagai motif sesuai kreativitas masing-masing. Produk yang dihasilkan memiliki motif yang beragam dengan memanfaatkan bentuk alami daun dan tumbuhan, sehingga setiap produk mempunyai karakter yang berbeda.


Selain keterampilan produksi, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

 Pengembangan desain, kualitas produk, serta kreativitas menjadi bagian penting dalam pendampingan. Dengan demikian, produk ecoprint diharapkan tidak hanya menjadi hasil kerajinan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu Produk Unggulan Daerah (PUD) yang mampu mendukung perekonomian masyarakat Sumbersekar.


Keterlibatan mahasiswa KKN Mitra Dosen dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sementara itu, dosen pengabdian masyarakat berperan dalam memberikan arahan, pendampingan, serta penguatan strategi pengembangan usaha.


Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Sumbersekar. Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, pendampingan dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Dengan adanya dukungan dari Kemendiktisaintek, dosen pengabdian masyarakat, dan mahasiswa KKN Mitra Dosen, pengembangan UMKM kulit ecoprint diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas produk lokal.


Melalui program Mengembangkan Produk Unggulan Daerah (PUD) di Sumbersekar, potensi kreativitas masyarakat terus didorong agar dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM kulit ecoprint yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan produktif. (*)

Editor : A. Nugroho
UMKM malang ecoprint