KABUPATEN, RADAR MALANG – SMA dan SMK negeri di Kabupaten Malang masih kekurangan sekitar 200 guru hingga awal 2026. Sebanyak 120 kebutuhan berada di jenjang SMK dan 80 guru di SMA. Kekurangan tersebut terjadi saat pengangkatan ASN masih terbatas sehingga sekolah harus menutup kebutuhan pengajar dengan tenaga yang tersedia.
Kekurangan paling banyak terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bimbingan Konseling (BK). Sekolah sementara mengoptimalkan guru ASN yang ada serta memanfaatkan guru tidak tetap (GTT) untuk mengisi mata pelajaran yang kosong.
Sekolah Andalkan GTT untuk Tutupi Kekurangan
Pemenuhan kebutuhan guru dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing sekolah. Namun, perekrutan GTT tidak dapat dilakukan secara leluasa karena berkaitan dengan kondisi keuangan sekolah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dwi Anggraeni mengatakan, sekolah harus melakukan penyesuaian agar kebutuhan pengajar tetap terpenuhi tanpa membebani anggaran.
“Kami menambal sulam mata pelajaran yang kosong dengan GTT. Tapi risikonya, sekolah tidak bisa mengangkat banyak GTT karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi SMK. Sebab, kebutuhan guru tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah rombongan belajar, tetapi juga harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian yang diajarkan.
“Yang paling menjadi kendala adalah guru dengan spesifikasi tertentu. Misalnya guru teknik elektro atau yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan,” kata Dwi.
Rekrutmen ASN Guru Jadi Harapan
Pendataan kebutuhan tenaga pengajar sebelumnya juga dilakukan melalui tes GTT yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada awal tahun. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut maupun pemanfaatan hasil pendataan tersebut.
Baca Juga: Di Kabupaten Malang, 117 Guru Dipromosikan Menjadi Kasek, Ini Alasannya
Sekolah akhirnya masih mengoptimalkan guru yang tersedia sembari menunggu kebijakan pemerintah terkait pemenuhan tenaga pengajar.
Harapan baru muncul dari rencana pemerintah membuka rekrutmen CPNS guru pada 2027. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut kebutuhan guru secara nasional mencapai sekitar 561 ribu orang.
“Belum ada petunjuk teknis lebih lanjut. Tapi melalui program itu, kami berharap persoalan kekurangan guru bisa dituntaskan secara menyeluruh,” imbuh Dwi.
Kebutuhan Guru Terus Diperbarui
Di tingkat sekolah, kebutuhan guru terus dipantau melalui analisis kebutuhan guru dan tenaga kependidikan (A GTK). Data tersebut menjadi dasar sekolah untuk mengajukan kebutuhan tenaga pengajar sesuai kondisi masing-masing.
Kepala SMAN 1 Lawang Syarifatur Rofiah mengatakan, pihaknya rutin memperbarui data kebutuhan guru. Namun, pengajuan tersebut belum dapat ditindaklanjuti karena kebijakan pembatasan pengangkatan ASN.
“Selama ini kami terus meng-update pengajuan guru melalui analisis kebutuhan guru dan tenaga kependidikan (A GTK),” pungkasnya. (aff/adn)