Waspada Macet, Ada Puluhan Ribu Mahasiswa Baru Menyerbu Kampus Malang

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:26 WIB

 

Belasan ribu mahasiswa Universitas Negeri Malang mengikuti PKKMB
Belasan ribu mahasiswa Universitas Negeri Malang mengikuti PKKMB

 

MALANG KOTA – Gelombang 40 ribu mahasiswa baru mulai menyerbu Malang. Mereka datang dari berbagai daerah guna mengikuti masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus masing-masing. Di Malang terdapat empat kampus negeri yang menyedot 40.292 maba.

Keberadaan puluhan ribu maba tersebut berpotensi memicu kemacetan. Lantas apa yang dilakukan kampus-kampus untuk meminimalkan macet? Terutama UB yang mendominasi serbuan maba.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (10/8), arus lalu lintas di sekitar area UB, terutama Jalan Veteran dan Jalan Soekarno Hatta terpantau macet pada waktu tertentu. Seperti pagi hari kisaran pukul 04.00 sampai 06.00.

Untuk mengantisipasi kemacetan, UB mewajibkan maba datang sebelum jam 06.00. “Problemnya saat bubaran maba pada siang hari. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas,” ujar Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026 Daffa Yasa Pratama kemarin (10/8).

Untuk mengurangi volume maba yang keluar dari kampus, pembubaran dilakukan bertahap. Yaitu dengan bergantian tiap fakultas.

Di pihak lain, UIN Maliki Malang menerima 7.146 maba, 5.500 di antaranya masuk ma’had. Mereka datang bertahap. Pihak kampus menjadwalkan kedatangan hingga 14 Agustus nanti,

Hingga kemarin, sudah ada 641 mahasiswa yang datang. Tiap hari UIN Maliki membatasi jumlah maba yang bakal masuk asrama maksimal 1.500 maba saja.

“Tujuannya agar lalu lintas tetap lancar. Jadi kami pusatkan kegiatan di dalam kampus,” ujar Kabag Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad.

Sementara untuk pelaksanaan prosesi pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) di UIN Maliki Malang lebih lambat. Rencana ospek bakal dijadwalkan 17-18 Agustus depan. Baru pada 19-24 Agustus tiap fakultas diberi kesempatan melaksanakan PBAK sendiri.

Imam mengatakan, hingga kini angka mahasiswa yang berdatangan terus bertambah. Namun tidak menutup kemungkinan ada yang mengundurkan diri selama proses validasi. Untuk itu, angka penerimaan 5.500 maba bukan jumlah final mahasiswa baru tahun ini.

Lantas bagaimana dengan UM? Ketua PKKMB UM Dr Nur Eva SPSi MSi mengatakan, pihaknya melakukan persiapan matang agar kegiatan berjalan kondusif dan tidak memicu kemacetan arus lalu lintas.

"Kami menyiapkan parkir di dalam UM dan melakukan pengaturan terhadap kendaraan," tutur Eva.

Pihak UM tidak melarang maba menggunakan kendaraan. Namun mereka mengimbau agar maba menggunakan ojek online atau sepeda motor saja. Setelah PKKMB, maba akan memulai proses perkuliahan. Tepatnya pada 24 Agustus depan.

Mengenai jumlah maba, pihaknya mengatakan ada penambahan 2 ribu maba pada tahun ajaran baru 2026.

”Tahun lalu jumlahnya sekitar 11 ribu maba, sekarang kami menerima 13 ribu maba,” kata Eva.

Eva mengatakan, belasan ribu maba tersebar di berbagai jenjang. Mulai sarjana, magister, sampai doctoral. "Kemudian mereka juga tidak hanya maba reguler. Ada juga 52 mahasiswa disabilitas dan 17 mahasiswa asing yang sudah apply untuk visa," sambung dia.

Ribuan maba tersebut datang dari berbagai daerah. Mulai Makassar hingga Papua. Di samping itu juga banyak mahasiswa mancanegara.

”Mahasiswa yang kuliah di UM sekarang lebih heterogen dibanding 5 tahun lalu,” katanya.

Eva melanjutkan, tahun ini pelaksanaan PKKMB berlangsung sejak 10 Agustus sampai 14 Agustus nanti.

"Kalau dirinci untuk PKKMB di tingkat kampus selama 3 hari, sementara di fakultas 2 hari. Kemudian yang jenjang pascasarjana ikut PKKMB selama 1 hari di tingkat kampus dan 2 hari di tingkat fakultas," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Polinema Ir Pipit Wahyu Nugroho MT menyampaikan, ada 4.492 maba yang mengikuti PKKMB. Mereka tersebar di kampus utama, Kediri, Pamekasan, dan Lumajang.

"Di antara ribuan maba itu, ada 22 mahasiswa asing dan 5 mahasiswa disabilitas," ungkap Pipit.

Pengenalan kampus diawali dengan latihan dasar kepemimpinan (LDK) di Dodikjur dari 15 Juli sampai 7 Agustus. Dilanjutkan dengan pra-studi pada 10 Agustus sampai 13 Agustus. Pipit menyebut, dalam PKKMB tahun ini ada beberapa aspek yang ditekankan. Mulai penggunaan artificial intelijen, literasi digital, hingga kampus berdampak.

Pelaksanaan PKKMB sudah diatur sedemikian rupa agar kondusif. Termasuk untuk rekayasa lalu lintas.

"Kampus tidak memperkenankan maba membawa kendaraan," tegas Pipit.

Selain itu dari segi waktu pelaksanaan juga diatur. Pihak kampus mengupayakan kegiatan dimulai pukul 05.00 sampai 17.00. Tujuannya agar tidak berbarengan dengan 3 kampus lain dan meminimalkan kemacetan.(aff/mel/dan)

 

 

Editor : Mahmudan
PKKMB Malang Mahasiswa bikin macet Pendidikan Malang