
Upaya meningkatkan daya saing UMKM batik terus dilakukan melalui inovasi teknologi dan digitalisasi. Salah satunya diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Daya Saing Anjani Batik Galeri melalui Implementasi Mesin Waterglass dan Sistem Penjualan Digital di Kota Batu.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikdisaintek) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM). Pelaksana kegiatan berasal dari Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi (LPPMI) Universitas Ma Chung, yang melibatkan dosen dan mahasiswa lintas program studi.
Tim pelaksana dipimpin oleh Amar Ma'ruf Stya Bakti, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Desain Komunikasi Visual sebagai ketua pelaksana. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Sultan Arif Rahmadianto, S.Sn., M.Ds. dari Program Studi Desain Komunikasi Visual serta Paulus Lucky Tirta Irawan, S.Kom., M.T. dari Program Studi Teknik Informatika. Program ini juga tidak lepas dari peran aktif dua mahasiswa Desain Komunikasi Visual yakni Grace Sheila dan Waranugraha Immanuel Nataleno. Seluruh anggota tim ini tergabung dalam Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ma Chung.

Program dilaksanakan selama delapan kali pertemuan pada periode Juli hingga Oktober 2026. Hingga awal Agustus, kegiatan telah memasuki pertemuan kelima dengan sejumlah capaian yang menunjukkan perkembangan positif.
Fokus utama program adalah meningkatkan kualitas proses produksi batik sekaligus memperluas pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan mitra, tim menghadirkan dua inovasi utama, yakni implementasi mesin pader waterglass untuk mendukung proses finishing batik dan pembangunan sistem penjualan berbasis website.
Website resmi anjanibatik.com telah berhasil dikembangkan sebagai media promosi sekaligus sarana penjualan produk secara daring. Melalui platform tersebut, Anjani Batik Galeri dapat menampilkan katalog produk, profil usaha, informasi motif batik, hingga melayani pemesanan pelanggan secara lebih mudah. Kehadiran website ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk batik khas Kota Batu ke pasar nasional.
Tidak hanya membangun website, tim juga memberikan pelatihan pengelolaan website kepada pemilik dan pengelola Anjani Batik Galeri. Peserta dibimbing mulai dari mengunggah produk, memperbarui informasi katalog, mengelola pesanan, hingga memanfaatkan website sebagai media pemasaran digital secara mandiri.
Di sisi produksi, pelatihan penggunaan mesin pader waterglass juga telah dilaksanakan. Teknologi tersebut membantu proses aplikasi waterglass menjadi lebih merata sehingga kualitas warna batik lebih tajam, tahan luntur, dan mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi. Para peserta memperoleh pendampingan mulai dari pengoperasian mesin, perawatan, hingga praktik penggunaan secara langsung.
Ketua pelaksana, Amar Ma'ruf Stya Bakti, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM dalam mendorong transformasi digital dan peningkatan kualitas produk lokal.
"Kami berharap implementasi website dan mesin pader waterglass tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mampu memperluas akses pasar Anjani Batik Galeri sehingga dapat bersaing lebih baik di era digital," ujarnya.
Tiga pertemuan berikutnya akan difokuskan pada penyempurnaan website anjanibatik.com, optimalisasi strategi pemasaran digital, pendampingan penggunaan mesin secara berkelanjutan, serta evaluasi dampak program terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing usaha.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikdisaintek) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LPPMI Universitas Ma Chung atas dukungan, fasilitasi, dan pendampingan selama pelaksanaan program. Penghargaan turut diberikan kepada seluruh tim dosen, mahasiswa, serta mitra Anjani Batik Galeri Kota Batu yang telah berpartisipasi aktif sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan UMKM batik di Kota Batu.
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang