MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) bersama PT Pertamina (Persero) melaksanakan serah terima hasil revitalisasi Gedung Teknik Mesin 1. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) Pertamina tersebut ditujukan untuk memperkuat sarana pendidikan sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Serah terima dihadiri Dekan FTUB Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., jajaran Dekanat dan Departemen Teknik Mesin FTUB, pimpinan Universitas Brawijaya, perwakilan CSR PT Pertamina (Persero), serta Ketua IKA Teknik Mesin Ir Ari Wijaya, S.T., M.M., IPM.
Dekan FTUB Prof Ir Hadi Suyono menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina. Ia mengatakan revitalisasi Gedung Teknik Mesin 1 dengan nilai sekitar Rp 8 miliar menjadi salah satu dukungan pembangunan fasilitas pendidikan dari pihak ketiga yang diterima FTUB.
“Ini merupakan satu-satunya hibah pembangunan dari pihak ketiga yang kami terima. Kami menyampaikan terima kasih atas sumbangsih yang luar biasa dari Pertamina kepada Fakultas Teknik, khususnya dalam revitalisasi sarana dan prasarana di Departemen Teknik Mesin,” ujar Prof. Hadi.
Menurutnya, pengembangan sarana pendidikan akan terus dilakukan FTUB sejalan dengan visi fakultas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat internasionalisasi. Selain revitalisasi gedung, FTUB juga akan melanjutkan pembangunan Center of Excellence untuk mendukung kegiatan akademik, riset, inovasi, serta kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Mohamad Roby Hervindo mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi bukan sesuatu yang asing bagi Pertamina. Hilirisasi riset dan inovasi memang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat, terutama melalui teknologi tepat guna yang mudah digunakan dan memberikan dampak nyata,” kata Roby.
Ia menyebut Pertamina telah menjalankan lebih dari 100 kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keberadaan Gedung Teknik Mesin 1 diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas kolaborasi dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kami berharap gedung ini menjadi sarana untuk terus berkolaborasi dan meningkatkan dampak bagi masyarakat untuk membangun negeri,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Universitas Brawijaya Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. Menurutnya, revitalisasi gedung tersebut mencerminkan kepedulian berbagai pihak terhadap pengembangan pendidikan di Universitas Brawijaya.
“Gedung ini merupakan puncak prestasi alumni yang ngopeni almamaternya, prestasi departemen dalam mendidik anak-anaknya, sekaligus bentuk pengabdian industri untuk masyarakat. Karya terbaik dihadirkan untuk pendidikan di Universitas Brawijaya,” tutur Prof. Andi.
Ia menekankan pentingnya komitmen sivitas akademika untuk merawat dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal. Gedung yang telah direvitalisasi diharapkan tidak hanya menjadi aset kampus, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.
“Harapannya, ini bukan hanya menjadi kebanggaan UB, tetapi juga kebanggaan nasional. Jaga gedung ini, bukan hanya sebagai aset, tetapi jadikan sebagai investasi untuk pembangunan negeri,” pesannya.
Revitalisasi Gedung Teknik Mesin 1 menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri dalam mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat menunjang pembelajaran, riset, inovasi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dukungan Pertamina melalui program CSR tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. (drn/aw)
Editor : A. Nugroho