FIB UB Sambut Tujuh Mahasiswa UKM dalam Program Professional Internship

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:29 WIB
SINERGI: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menyambut tujuh mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam kegiatan Welcoming Ceremony Mahasiswa Magang yang diselenggarakan pada Rabu (5/8).
SINERGI: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menyambut tujuh mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam kegiatan Welcoming Ceremony Mahasiswa Magang yang diselenggarakan pada Rabu (5/8).

MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menyambut tujuh mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam kegiatan Welcoming Ceremony Mahasiswa Magang yang diselenggarakan pada Rabu (5/8). Program ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara UB dan UKM sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional, akademik, dan budaya selama berada di Indonesia.

Dalam laporan kegiatan, Fredy Nugroho Setiawan, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa ketujuh mahasiswa akan mengikuti program magang selama dua bulan, mulai 3 Agustus hingga 28 September 2026. Selama periode tersebut, mereka ditempatkan di sejumlah unit di lingkungan FIB UB, yaitu International Relations Office (IRO), Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan (PSIK), LBEKRAF, Departemen Bahasa dan Sastra, serta Program Studi Sastra Inggris.
Penempatan di berbagai unit tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh gambaran mengenai lingkungan akademik FIB UB, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai budaya kerja profesional di perguruan tinggi. Mahasiswa dapat mengenal proses kerja setiap unit, berinteraksi dengan tenaga kependidikan maupun dosen, serta menerapkan keterampilan yang sebelumnya telah diperoleh selama perkuliahan.
Selain menjalani professional internship, mahasiswa UKM juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan sit-in pada sejumlah kelas di Program Studi Sastra Inggris.

Kegiatan tersebut diharapkan memberikan paparan terhadap atmosfer akademik di FIB UB sekaligus membuka peluang interaksi dengan mahasiswa Sastra Inggris.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UKM diharapkan dapat membangun jejaring dengan mahasiswa FIB UB yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kolaborasi akademik antara FIB UB dan Faculty of Social Sciences and Humanities (FSSH) UKM.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa UKM di FIB UB.

“Selamat datang di FIB UB. Kami sangat bersyukur bisa menerima Anda di sini,” ujarnya.

KOMPAK: FIB UB sambut mahasiswa magang dari Universiti Kebangsaan Malaysia
KOMPAK: FIB UB sambut mahasiswa magang dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Yusri menjelaskan bahwa hubungan antara UB dan UKM telah terjalin melalui berbagai kegiatan akademik. Sejumlah bentuk kolaborasi yang telah berlangsung antara lain joint publication, internship program, dan student exchange. Pertemuan serta kunjungan antarinstitusi yang telah dilakukan selama ini menunjukkan bahwa hubungan kedua perguruan tinggi terus berkembang secara positif.

“Kami juga beberapa kali berkunjung ke UKM. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama UB dan UKM terjalin dengan baik. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah internship program ini,” kata Yusri.

Ia menyampaikan apresiasi kepada ketujuh mahasiswa yang memilih FIB UB sebagai tempat menjalani pengalaman profesional. Ia berharap mereka dapat merasa nyaman selama berada di Malang dan menjadikan lingkungan FIB UB sebagai tempat untuk belajar sekaligus berinteraksi secara lebih dekat dengan sivitas akademika.

“Kami berterima kasih karena Anda bersedia melakukan magang di sini. Semoga selama berada di FIB UB, Anda merasa nyaman dan feel at home,” ujarnya.
Menurut Yusri, hubungan antara Indonesia dan Malaysia juga memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar kerja sama antarlembaga. Kedua negara memiliki kedekatan budaya yang telah terbentuk melalui hubungan sejarah, bahasa, dan tradisi masyarakat.


“Kita memiliki shared culture dan hal tersebut telah lama menjadi bagian dari diplomasi kultural antara Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.


Kedekatan budaya tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan mobilitas mahasiswa. Melalui pengalaman tinggal dan belajar secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang lingkungan kerja, tetapi juga dapat memahami kehidupan masyarakat Indonesia dalam konteks sehari-hari.

Dalam program internship ini, mahasiswa juga didorong untuk mengenal kebudayaan dan lingkungan di Jawa Timur. Pengalaman tersebut diharapkan melengkapi pembelajaran profesional sehingga program mobilitas tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya yang lebih utuh.

Yusri juga menyinggung luasnya peluang yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa dengan latar belakang bahasa dan sastra Inggris. Menurutnya, keilmuan tersebut tidak terbatas pada satu jenis profesi karena keterampilan komunikasi, bahasa, budaya, maupun kemampuan analitis dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan.
Program magang di sejumlah unit FIB UB memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana keterampilan tersebut digunakan dalam konteks profesional. Mereka dapat mempraktikkan kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, kerja sama tim, maupun keterampilan lainnya sesuai dengan karakter unit tempat mereka ditugaskan.


“Kami berharap kegiatan Anda di FIB UB berjalan lancar dan tidak menemui kendala. Semoga selama dua bulan ini Anda dapat melaksanakan kegiatan serta program-program yang telah direncanakan dengan baik,” tambah Yusri.

FIB UB juga berharap program kerja sama tersebut dapat terus berkembang secara resiprokal. Ke depan, mahasiswa FIB UB diharapkan memperoleh kesempatan serupa untuk mengikuti kegiatan akademik maupun internship di UKM, sehingga mobilitas mahasiswa dapat berlangsung dua arah dan memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua institusi.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa UKM, Nur Ain, menyampaikan antusiasmenya mengikuti program tersebut. Ia menjelaskan bahwa para peserta merupakan mahasiswa tahun ketiga yang telah mulai ditempatkan di berbagai unit di FIB UB.

“Kami adalah mahasiswa tahun ketiga. Kami sangat senang bisa berada di sini dan bekerja di berbagai unit,” ungkap Nur Ain.
Menurutnya, salah satu tujuan utama mengikuti program tersebut adalah mendapatkan pengalaman profesional sekaligus mempelajari hal-hal baru yang belum tentu diperoleh di ruang perkuliahan.

“Kami ingin bersikap profesional, mempelajari cara kerja di sini, dan belajar hal-hal baru,” lanjutnya.


Para mahasiswa UKM juga berharap dapat memahami budaya kerja di FIB UB serta mengenal budaya Indonesia dengan lebih dekat. Selain itu, mereka berharap kerja sama antara kedua institusi dapat berkembang hingga membuka semakin banyak kesempatan student exchange di masa mendatang.

Program ini menjadi salah satu bentuk konkret internasionalisasi pendidikan di FIB UB. Mobilitas mahasiswa memberikan ruang pembelajaran yang tidak hanya berlangsung melalui materi akademik, tetapi juga melalui pengalaman bekerja, berkomunikasi, beradaptasi, dan berinteraksi dalam lingkungan budaya yang berbeda.
Bagi FIB UB, kehadiran mahasiswa internasional juga memperkaya atmosfer akademik di lingkungan fakultas. Interaksi dengan mahasiswa UKM membuka peluang pertukaran perspektif, jejaring, dan pengalaman yang dapat memperkuat orientasi global sivitas akademika.


Melalui program professional internship selama dua bulan ini, FIB UB dan UKM kembali mempertegas komitmen untuk mengembangkan hubungan akademik yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman profesional bagi peserta, tetapi juga menjadi dasar bagi terbentuknya jaringan antarmahasiswa, penguatan diplomasi budaya Indonesia–Malaysia, serta pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. (dts/humasFIB)

Editor : A. Nugroho
mahasiswa fib ub malang Brawijaya Malaysia