GEDANGAN, RADAR MALANG – Guru produktif Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 1 Gedangan, Kabupaten Malang, Suharianto ST, terpilih sebagai peserta Program Magang Internasional di Dresden University of Technology, Jerman.
Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini. Merupakan program tersebut akan berlangsung selama hampir tiga bulan, mulai 24 Agustus hingga 20 November 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru vokasi Indonesia agar mampu menjawab tantangan industri global.
Keikutsertaan Suharianto ST dalam program ini menjadi kebanggaan bagi SMKN 1 Gedangan. Selain mengajar mata pelajaran produktif Teknik Kendaraan Ringan, ia juga mengemban amanah sebagai Kepala Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Program magang internasional ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogik berbasis industri global, memperkuat implementasi Teaching Factory (TeFa) di sekolah vokasi, serta mendorong lulusan SMK agar memiliki daya saing dan mampu bekerja di pasar kerja internasional.
Selama berada di Jerman, peserta akan mempelajari dua aspek utama, yaitu kurikulum pendidikan vokasi berstandar global di Dresden University of Technology serta praktik langsung di industri manufaktur. Melalui kegiatan tersebut, para guru diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan teknologi industri, sistem pembelajaran vokasi modern, serta budaya kerja yang diterapkan di negara maju.
Suharianto ST mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena diyakini mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di SMKN 1 Gedangan.
"Saya tertarik mengikuti program ini karena ilmu dan pengalaman yang akan saya peroleh di Jerman akan sangat berguna untuk dunia pendidikan di Indonesia, terutama bagi pengembangan pembelajaran di SMKN 1 Gedangan. Saya berharap sepulang dari sana dapat mengimplementasikan berbagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri global," ujar Suharianto ST.
Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai program magang diperolehnya melalui akun Instagram resmi Direktorat SMK. Setelah mengetahui adanya pendaftaran, ia segera mengajukan diri melalui tautan yang telah disediakan.
Proses seleksi berlangsung secara kompetitif dan terdiri atas tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, penulisan esai, serta wawancara. Setelah berhasil melewati seluruh tahapan tersebut, Suharianto ST dinyatakan lolos sebagai peserta program magang internasional.
Seluruh pembiayaan program ditanggung sepenuhnya oleh Direktorat SMK, meliputi biaya magang, transportasi internasional, biaya hidup selama di Jerman, hingga administrasi keberangkatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi Indonesia.
Keikutsertaan Suharianto ST diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional sebagai pendidik, tetapi juga membawa praktik-praktik terbaik dari dunia pendidikan dan industri Jerman untuk diterapkan di SMKN 1 Gedangan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat pembelajaran berbasis industri, memperluas implementasi Teaching Factory, serta menghasilkan lulusan yang lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (bes)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang