FILKOM UB Dorong 992 Maba Tumbuh, Beradaptasi, dan Berdampak

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:29 WIB
SEMARAK: Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) tingkat fakultas di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (13/8). Foto: Nabila Amelia/Radar Malang
SEMARAK: Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) tingkat fakultas di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (13/8). Foto: Nabila Amelia/Radar Malang

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) tingkat fakultas di Universitas Brawijaya (UB) mulai berlangsung, Kamis ini (13/8) sampai Sabtu (16/8). Salah satunya di Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Pelaksanaan PPKMB bertema Empowering Resilient Students to Grow, Adapt, and Create Impact Together itu diikuti 992 mahasiswa baru (maba).

Pada hari pertama, PKKMB diawali dengan opening ceremony, upacara, pembacaan Alquran, sambutan, hingga pengenalan jajaran dekanat. Menurut Dekan FILKOM UB Ir Tri Astoto Kurniawan ST MT PhD, PKKMB diikuti oleh seluruh maba dari 5 prodi S1.

SATU HATI: Suasana PPKMB tingkat fakultas di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (13/8).
SATU HATI: Suasana PPKMB tingkat fakultas di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (13/8).

"Terdiri dari 123 maba Prodi Pendidikan Teknologi Informasi, 249 maba Prodi Sistem Informasi, 249 maba Prodi Teknik Informatika, 181 Prodi Teknik Komputer, dan 190 maba Prodi Teknologi Informasi," ungkap Tri. Di antaranya ada 6 maba disabilitas.

Selain prodi S1, tahun ini FILKOM juga menerima maba dari pascasarjana. Jumlahnya sebanyak 100 maba yang tersebar di 3 prodi pascasarjana.

Tri melanjutkan, pihaknya mendorong para maba untuk membangun mimpi besar dan pola pikir visioner selama menempuh pendidikan. Menurutnya, mahasiswa FILKOM UB berada di garda terdepan transformasi digital dan memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih maju dan berkelanjutan. 

Selain penguatan wawasan akademik, Tri juga menekankan pentingnya ketangguhan pribadi serta kemampuan berkolaborasi lintas perbedaan. "FILKOM UB berkomitmen menjadi 'rumah besar' yang mendukung pengembangan mahasiswa. Tak hanya secara akademik, tapi juga karakter dan integritas," tegasnya.

Setelah PKKMB, para maba akan mengikuti kegiatan akademik. Pelaksanaannya selama 3 bulan untuk semakin menginternalisasi maba ke dalam kehidupan akademik di FILKOM UB. 

FILKOM juga menerapkan kerangka kerja yang disebut 2MP atau Mlebu Bareng, Metu Bareng. "Maknanya sejak maba mereka diharapkan sudah membangun bonding kuat di antara mereka sendiri," terang Tri.

Di samping itu ada program berupa forum komunikasi untuk orang tua atau wali mahasiswa. Forum komunikasi sudah diterapkan sejak 2023. 

Ketua Pelaksana PKKMB FILKOM UB 2026, Riswan Septriayadi Sianturi SSi MM MSc PhD menyampaikan terkait pemilihan tema tahun ini. "Menjadi mahasiswa Ilmu Komputer bukan hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga tentang bagaimana mampu terus bertumbuh, beradaptasi, dan memberikan dampak," tuturnya.

Riswan menambahkan, mahasiswa akan terus dihadapkan pada tantangan baru. Selain itu, tuntutan berinovasi dalam pengembangan teknologi digital, sehingga dibutuhkan ketangguhan untuk terus belajar dan berkembang.

Tidak lupa Riswan mengapresiasi kesungguhan panitia mahasiswa dalam menyiapkan rangkaian PKKMB. "Ini menunjukkan kreativitas dan kepedulian dalam memberikan pengalaman terbaik bagi angkatan baru," pungkasnya.

Penulis : Nabila Amelia

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
992 Maba Filkom UB PKKMB