Belum Terima Informasi, Pemkot Malang Wait and See Bantuan Buku Kemendikdasmen RI

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB
Ilustrasi rak buku di perpustakaan. (freepik)
Ilustrasi rak buku di perpustakaan. (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sejak akhir Juli lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan bantuan buku untuk sejumlah perpustakaan sekolah.

Totalnya ada 5,5 juta eksemplar bacaan yang disebarkan ke seluruh sekolah di Indonesia. Total ada 18.444 SD dan 6.165 SMP yang menjadi penerimanya.

Rencananya, buku-buku itu bakal dikirim paling lambat akhir Agustus nanti. Namun hingga kini belum muncul data sekolah mana saja yang menjadi penerima di Kota Malang.

Menindaklanjuti itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang masih wait and see atas kebijakan baru untuk meningkatkan literasi pelajar tersebut.

”Sejauh ini belum ada informasi masuk, tapi kalau memang dapat tentu saja kami sambut dengan baik,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim.

Keadaan perpustakaan di sekolah-sekolah Kota Malang sebenarnya cukup memadai. Namun akan lebih baik ketika ada kebaruan buku yang bisa dibaca para siswa.

Sesuai arahan Kemendikdasmen RI, ada tiga langkah krusial yang sedang digencarkan untuk meningkatkan literasi pelajar. Pertama, menumbuhkan kebiasaan membaca atau book engagement. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah.

Langkah kedua, yakni membangun kecakapan membaca. Itu diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran mendalam yang mencakup literasi.

Yaitu dengan capaian pembelajaran analisis makna bacaan, evaluasi dan refleksi isi teks. Selanjutnya siswa dapat mengaitkan informasi dalam bacaan dengan pengalaman hidup sehari-hari.

”Terakhir dengan menjaga kecukupan bahan bacaan bermutu,” lanjut Adhim. Langkah-langkah itu dilakukan dengan sortir ketat isi buku bacaan di masing-masing perpustakaan sekolah.

Berlanjut dengan arahan dari guru kepada siswa untuk membaca buku tertentu yang mendukung perkembangan anak.

Menurut Adhim, tingkat literasi siswa di Kota Malang sudah cukup baik. Itu terlihat dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) bidang literasi yang lebih tinggi dibanding numerasi. Bahkan nilai TKA literasi di Kota Malang menempati urutan pertama di tingkat Jawa Timur. 

Adhim memastikan bahwa pihaknya bakal berusaha agar tingkat literasi generasi selanjutnya tetap terjaga. Harapannya, generasi selanjutnya bisa meraih tingkat yang lebih tinggi. Sembari meningkatkan nilai numerasi yang cenderung rendah saat TKA juga. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
Pemkot Malang bantuan buku Perpustakaan Sekolah disdikbud kota malang kemendikdasmen