MALANG KOTA, RADAR MALANG - PEPES AYAM yang merupakan akronim dari Pelajar Pelopor Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan tak dapat dipisahkan dari SDN Klojen. Inovasi yang dibentuk sejak 2 Oktober 2023 silam menjadi daya tarik sekolah bervisi Cerdas, Berintegritas, dan Berbudaya itu. Sejalan dengan visi yang disingkat menjadi CERIYA tersebut, PEPES AYAM dibagi ke dalam lima bidang. Bidang tersebut yakni Pelopor Anti Perundungan, Pelopor Kebersihan Lingkungan, Pelopor Kedisiplinan, Pelopor Kesehatan, dan Pelopor Sekolah Ramah Anak.
Supriadi, S.Pd., M.Pd., selaku kepala SDN Klojen memaparkan bahwa PEPES AYAM menjadi aksi nyata menuju sekolah zero bullying di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap anak. “Inovasi PEPES AYAM berusaha mewujudkan iklim sekolah yang berbudaya santun, disiplin, saling menyayangi dan merasuk pada jiwa warga sekolah,” ungkap kepala yang menjabat sejak 2022 itu.
Selama berjalan dua tahun, PEPES AYAM berhasil menurunkan persentase perundungan dan meningkatkan persentase aspek kebersihan, kedisplinan, serta kesehatan. Tak hanya itu, PEPES AYAM juga berhasil mewujudkan sekolah ramah anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Lusi Dyah Anggarini, S.Pd. mengungkapkan bahwa keberhasilan PEPES AYAM juga dibuktikan melalui keikutsertaan pada ajang bergengsi. Beberapa di antaranya yakni Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025, Innovative Government Award (IGA) 2026 oleh Kemendagri, dan Sistem Innovative Government Kota Malang (SIGMa) 2026.
Namun, di balik kesuksesan PEPES AYAM, rupanya tak membuat SDN Klojen berhenti berinovasi. Kamis (13/8) ini resmi dimulai ekstrakurikuler baru pada sekolah yang berlokasi di Jalan Pattimura itu. Ekstrakurikuler tersebut yakni Animasi. Di tengah maraknya kekhawatiran publik terhadap penggunaan gawai pada anak, sekolah di kawasan Klojen tersebut dengan cerdik mewadahi murid yang memiliki keunggulan di bidang teknologi untuk dijadikan ladang prestasi. (*)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang