UB Jadi Kampus Terkaya di Indonesia, Begini Penjelasan Rektor

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:06 WIB
UNGGULI UI: Nilai Kekayaan Awal (NKA) 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sudah dinilai Kemenkeu RI. UB menempati nominal tertinggi. (Darmono/Radar Malang)
UNGGULI UI: Nilai Kekayaan Awal (NKA) 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sudah dinilai Kemenkeu RI. UB menempati nominal tertinggi. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG  - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah menetapkan Nilai Kekayaan Awal (NKA) 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Total anggaran dari puluhan PTNBH itu mencapai Rp 43,58 triliun. Kampus yang memiliki modal tertinggi berasal dari Malang, yakni Universitas Brawijaya (UB). Total NKA-nya Rp 3,42 triliun.

 

NKA pada PTNBH merupakan saldo aset neto. Yakni selisih antara saldo aset dengan saldo liabilitas atau penghambat pada awal periode akuntansi kampus berdasar standar akuntansi keuangan. UB disusul Universitas Indonesia (UI) yang mencatat NKA sebesar Rp 3,39 triliun dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan nilai Rp 2,73 triliun.

 

​Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc menuturkan, besarnya NKA itu adalah hasil efisiensi pengelolaan anggaran kampus selama ini. Artinya, pihak pengelola keuangan kampus bisa menyeimbangkan dana untuk operasional dan aset. ​”Termasuk pengembangan usaha-usaha yang ada di UB juga sebagai bentuk ikhtiar menstabilkan keuangan,” kata dia.

 

Widodo memang mendorong pengelola keuangan agar tak fokus pada dana operasional saja. Menurutnya pembelian aset-aset yang strategis juga penting dalam menjalankan keseharian kampus. Apalagi sejak berstatus PTNBH, UB dianggap mampu mengelola keuangan sendiri.

 

Untuk itu, Widodo menekankan pembentukan aset harus bermuara pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Aset yang diprioritaskan mencakup aset fisik seperti gedung, kepemilikan tanah, hingga peralatan laboratorium modern. Meski tujuannya untuk menstabilkan keuangan, orientasi pengembangan aset tetap berpusat pada pendidikan.

 

”Sebagai contoh, kami putar modal awal itu untuk melengkapi fasilitas proses belajar mengajar,” ujar Widodo. Seperti bangunan gedungnya jadi lebih bagus, ruang kelas lebih baik, dan laboratorium lebih lengkap. Peningkatan kualitas itu turut mengembangkan kualitas pembelajaran itu sendiri.

 

Berdasar dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan UB 2025, total anggaran belanja dan operasional tahunan kampus itu mencapai kisaran Rp 1 triliun hingga Rp 1,4 triliun. Apabila dirata-rata per bulan, biaya operasionalnya berada di kisaran Rp 80 miliar hingga Rp 115 miliar per bulan. Bergantung pada alokasi kegiatan dan program tahun berjalan. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Kampus UB Terkaya Brawijaya rektor