Kenali Jejak Pejuang Bangsa, Siswa SMALOKA Kunjungi para Veteran

A. Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:27 WIB
AKTIF:  Gerakan Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka yang dilakukan SMAN 1 Sumberpucung.
AKTIF: Gerakan Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka yang dilakukan SMAN 1 Sumberpucung.

SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG — Semarak peringatan hari Kemerdekaan RI ke-81 disambut meriah Dinas Pendidikan Provinsi (Dispenprov) Jawa Timur. Hal ini pula yang juga menginisiasi gerakan inovatif untuk lebih mengenal sejarah perjuangan para pahlawan. Salah satunya dengan mengangkat tema Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka.

Dengan tema ini, SMAN 1 Sumberpucung (SMALOKA) sebagai  menggelar kegiatan dokumenter wawancara dengan berkunjung langsung ke kediaman seorang veteran perjuangan kemerdekaan dan pertahanan negara.

Didampingi guru, para siswa berkunjung ke kediaman Suharnu. Salah satu veteran yang usianya 83 tahun, dan tinggal Jalan Mentaraman RT 05 RW 01, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Kunjungan ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta mendalami secara langsung kisah perjalanan hidup dan perjuangan sosok abdi negara yang penuh dedikasi tersebut.

Suharnu membagikan kenangan masa mudanya saat pertama kali mendedikasikan hidup sebagai prajurit TNI. Karir militernya dimulai saat bertugas aktif di Batalyon Infanteri 512/Marabunta. Selama menjadi prajurit aktif, ia dikenal tangguh di medan tugas, dan menonjol di bidang olahraga. Di masa mudanya, ia memiliki keahlian luar biasa sebagai atlet lari dan pemain sepak bola mewakili kesatuannya. Berbagai prestasi cabang olahraga berhasil beliau sumbangkan, membuktikan bahwa seorang prajurit memiliki disiplin tinggi di segala bidang.

BANYAK CERITA: Veteran Republik Indonesia Letnan Satu (Peltu) Suharnu yang dikunjungi SMAN 1 Sumberpucung, Jumat (14/8).
BANYAK CERITA: Veteran Republik Indonesia Letnan Satu (Peltu) Suharnu yang dikunjungi SMAN 1 Sumberpucung, Jumat (14/8).

 

Puncak ujian pengabdian Suharnu terjadi pada tahun 1975, saat dikirim ke medan pertempuran dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Di tengah medan yang ganas dan iklim konflik yang memanas, ia dan rekan-rekan prajurit bertaruh nyawa untuk menjaga keutuhan serta kedaulatan negara. Sampai di suatu momen genting dimana bapak suharnu hampir tertembak di area kepala, bersyukur masih bisa selamat.

“Di medan tugas Timor Timur, tidak ada kata gentar. Setiap langkah diatur oleh disiplin, dan setiap keputusan mempertaruhkan nyawa demi kibaran Sang Saka Merah Putih, “ kenang Suharnu saat menceritakan perjuangannya di garis depan.

Suharnu juga mengisahkan bagaimana perjuangan bergerilya menembus belantara Timor Timur, bertahan di bawah gempuran musuh, serta menjaga moral pasukan di tengah keterbatasan. Pengabdian panjang, loyalitas tanpa batas, serta dedikasinya di medan perang mengantarkannya meraih pangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) hingga akhirnya resmi dipindahtugaskan dan dinobatkan sebagai anggota Veteran Republik Indonesia.

Kepala SMALOKA Iyut Meinarni ST berharap kegiatan ini bisa menjadi inspiratif positif untuk seluruh siswa SMAN 1 Sumberpucung. “Generasi muda saat ini, berjuang tidak lagi harus mengangkat senjata seperti Letnan Satu (Peltu) Suharnu. Cukup dengan berbuat baik, menjaga kejujuran, hormat dan patuh kepada kedua orang tua serta menerapkan disiplin tinggi dalam setiap tindakan. Teruslah belajar dan berkarya untuk mengharumkan nama bangsa!” tegasnya. (bes)

Editor : A. Nugroho
hari kemerdekaan malang SMAN 1 Sumberpucung pahlawan