MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Brawijaya (UB) kembali menggelar hajatan ilmiah tahunan Brawijaya Scientific Meeting in Dentistry (BSMD) 2026. Acara berlangsung selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, di Atria Hotel Malang, itu mengusung tema Advancing Oral Health Through Evidence, Expertise, and Clinical Implementation.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari dokter gigi, akademisi, mahasiswa, hingga pakar dari dalam dan luar negeri. Rangkaian acara meliputi seminar dari pemateri luar negeri, hands-on dari berbagai bidang kedokteran gigi, presentasi oral jurnal ilmiah, sesi pemberian penghargaan, pameran, hingga gala dinner serta temu alumni.
Seminar hari pertama 1 Agustus diisi oleh main conference dari pemateri dalam dan luar negeri. Peserta mendapatkan berbagai topik terkait kedokteran gigi, di antaranya materi terkait Ortodonti, Prostodonti hingga Nanomaterial. Pada hari kedua, topik semakin bagam diantaranya Beyond Bone: Soft Tissue Considerations in Comprehensive Dental Treatment dan Transforming Dentistry: Embracing Innovation and Digitalization for Superior Patient Care. Selain main conference, BSMD ke-9 juga menghadirkan sejumlah sesi hands on yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman pembelajaran secara lebih aplikatif. Selain conference, BSMD juga mewadahi para peserta untuk mempresentasikan jurnal ilmiah yang dimiliki.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Widodo SSi MSi Ph.D., MedSc, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya forum ilmiah bergengsi ini. Menurutnya, tema yang diusung tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk menerjemahkan temuan-temuan ilmiah menjadi perbaikan nyata dalam pelayanan pasien dan kesehatan masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa di tengah upaya Indonesia memperluas akses layanan kesehatan gigi yang merata dan berkualitas, perguruan tinggi memegang peran krusial. Mulai dari mencetak tenaga dokter gigi yang kompeten, mendorong riset, hingga mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Melalui BSMD, Universitas Brawijaya kembali mempertemukan para pakar terkemuka dari Indonesia dan mancanegara untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong inovasi dalam pendidikan, riset, dan praktik klinis kedokteran gigi,” ujar Prof Widodo.
Dekan FKG UB Dr Yuanita Lely Rachmawati drg M.Kes mengungkapkan di tengah pesatnya perkembangan dunia kesehatan, bukti ilmiah saja tidak lagi cukup. Bukti tersebut harus dimaknai melalui keahlian profesional dan diterjemahkan ke dalam praktik klinis yang efektif, sehingga benar-benar berdampak pada kualitas hidup pasien dan masyarakat.
Beliau menyebut BSMD selama ini konsisten menjadi wadah pertukaran ilmu, terjalinnya kolaborasi, dan lahirnya ide-ide inovatif. Lebih dari itu, forum ini juga menjembatani kesenjangan antara dunia riset dan praktik klinis, sehingga hasil penelitian tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
drg Yuanita menambahkan FKG UB, berkomitmen mendorong keunggulan di bidang pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi internasional. Ia meyakini kemajuan berarti di dunia kesehatan gigi hanya bisa dicapai lewat kemitraan antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, peneliti, pembuat kebijakan, dan industri. Kepada para mahasiswa dan peneliti muda, sang Dekan turut menitipkan pesan khusus. “Biarkan rasa ingin tahu memandu penelitian kalian, biarkan bukti ilmiah membentuk keputusan kalian, biarkan keahlian menginspirasi pertumbuhan kalian, dan biarkan kepedulian mendefinisikan praktik kalian,” pesannya kepada generasi penerus dokter gigi tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dr drg Dini Rachmawati SpKGA berharap selama dua hari pelaksanaan, para peserta bisa memperoleh wawasan ilmiah yang berharga, terlibat dalam diskusi yang bermakna. Sekaligus mempererat jaringan profesional bersama peserta lain dari dalam maupun luar negeri.
Ketua panitia, drg Dini menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini, mulai dari panitia penyelenggara, narasumber, sponsor, mitra institusi, hingga para relawan. “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Malang yang indah ini, dan berharap konferensi ini berjalan produktif, inspiratif, sekaligus menyenangkan,” pungkasnya. (*)
Editor : A. Nugroho