MALANG, RADAR MALANG — Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) mengukuhkan 28 lulusan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) Angkatan ke-3 Departemen Arsitektur, Rabu (19/8). Dari jumlah tersebut, 14 lulusan atau 50 persen berhasil meraih predikat dengan pujian (cumlaude).
Pengukuhan menjadi momentum bagi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan profesi arsitektur sebelum melanjutkan tahapan menuju praktik sebagai arsitek profesional.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Imam Santoso, M.P., hadir mewakili Rektor Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional, Ar. Georgius Budi Yulianto, IAI., AA., jajaran pimpinan FTUB dan Departemen Arsitektur, dosen, orang tua dan pendamping lulusan.
Dekan FTUB Prof Ir Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan penyelenggaraan PPAr merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek. Regulasi tersebut mengatur persyaratan keprofesian bagi arsitek, termasuk kepemilikan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) untuk menjalankan praktik secara legal dan profesional.
“PPAr di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya merupakan bentuk implementasi langsung dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek. Program ini kami selenggarakan untuk membekali peserta dengan kompetensi profesional sesuai standar pendidikan profesi dan ketentuan regulasi yang berlaku,” ujar Prof Hadi.
PPAr FTUB menerapkan skema pendidikan 4+1, yakni empat tahun pendidikan Sarjana (S-1) Arsitektur dilanjutkan satu tahun Pendidikan Profesi Arsitek. Skema tersebut dirancang untuk memenuhi kualifikasi pendidikan profesi sekaligus membekali mahasiswa sebelum melanjutkan tahapan pemenuhan persyaratan registrasi profesi arsitek.
Sebanyak 28 lulusan pada Angkatan ke-3 berasal dari sejumlah perguruan tinggi. Rinciannya, 15 lulusan Universitas Brawijaya, empat dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, dua dari Universitas Kristen Petra Surabaya, serta masing-masing satu lulusan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Merdeka Malang. Selain itu, terdapat tiga mahasiswa dari angkatan lanjutan tahun 2024.
Dengan pengukuhan tersebut, total lulusan PPAr FTUB yang telah dikukuhkan mencapai 68 orang. Para lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan profesi arsitektur, baik melalui praktik profesional, pengembangan keilmuan maupun pembangunan lingkungan binaan di masyarakat.
Sementara itu, Prof Imam mengatakan lulusan PPAr diharapkan mampu memahami dan menerapkan standar kompetensi praktik arsitek sesuai ketentuan IAI maupun standar internasional UIA (Union Internationale des Architectes).
“Pendidikan profesi tidak hanya menjadi tahapan formal setelah pendidikan sarjana, tetapi menjadi proses penting dalam membangun kompetensi, integritas, dan kesiapan profesional seorang arsitek,” kata Prof. Imam.
Ketua Umum IAI Nasional Ar. Georgius Budi Yulianto berharap para lulusan PPAr Angkatan ke-3 dapat menjadi arsitek profesional yang bertanggung jawab secara moral dan profesional dalam setiap karya perancangan.
Ia juga mendorong lulusan untuk berkontribusi bagi almamater, masyarakat, bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi etika keprofesian serta memadukan sains, teknologi, seni dan hati nurani dalam praktik arsitektur. (aw)
Editor : A. Nugroho