MALANG, RADAR MALANG – Tim Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya yang dipimpin oleh Prof Dr Ir Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng. melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Strategi Pembangunan Infrastruktur Produksi Terstandar dan Branding Produk DJATEA untuk Mendukung Transformasi Desa Ngroto Menuju Desa Wisata Jamu pada Kamis (25/6) di Balai Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa/i FSTeM berkat adanya kolaborasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan limbah sayuran dan kotoran kambing yang ditujukan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Desa Ngroto.
Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok tani dan masyarakat Desa Ngroto yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan menjadi produk yang bernilai guna, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Dalam sambutannya, perwakilan Tim Doktor Mengabdi sekaligus Sekretaris Pusat Inovasi Jamu dan Ekofarmaka Universitas Brawijaya, Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan untuk mendukung kemajuan Desa Ngroto," ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Ngroto, Sudrakman. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut dan berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh. "Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Semoga para peserta dapat menyimak materi yang disampaikan dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari," tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dusun Krajan, Sukir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya. "Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok tani di Desa Ngroto," ujarnya.
Kegiatan pelatihan dipandu oleh Adi Setiawan, S.P., M.P., Ph.D., dosen Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya. Pada sesi ini, peserta memperoleh materi mengenai prinsip dasar pengolahan pupuk organik, manfaat penggunaan pupuk organik dalam budidaya pertanian, serta teknik pengolahan limbah sayuran dan kotoran kambing menjadi pupuk yang siap diaplikasikan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan proses secara aplikatif.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh peserta. Berbagai pertanyaan terkait teknik fermentasi, komposisi bahan, hingga aplikasi pupuk pada lahan pertanian dibahas secara langsung. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia juga memberikan doorprize kepada peserta yang aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15: Life on Land tentang perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, peningkatan kualitas dan kesuburan tanah, serta pelestarian keanekaragaman hayati di ekosistem pertanian.
Melalui penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya sistem produksi pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat upaya transformasi Desa Ngroto sebagai desa wisata jamu yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan. (*)
Editor : A. Nugroho