MALANG, RADAR MALANG - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-18, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Jumat (31/7).
Kegiatan ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa FKG UB, serta mahasiswa internasional (Student Inbound) yang berasal dari Malaysia, Kamboja, Pakistan dan Syria. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam pengabdian kesehatan kepada masyarakat ini.
Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi dua lokasi. Lokasi pertama adalah edukasi kesehatan di sekolah setempat dengan sasaran para siswa. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui permainan edukatif yang menarik sehingga anak-anak dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang telah diberikan, seluruh siswa diajak mengikuti kegiatan sikat gigi bersama menggunakan teknik menyikat gigi yang benar. Dosen dan mahasiswa FKG UB memberikan pendampingan secara langsung agar setiap anak dapat mempraktikkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dengan tepat. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Sementara itu, di Balai Desa Tumpang, tim lainnya memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dan pengobatan gigi serta layanan pengobatan umum. Warga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sekaligus memperoleh penanganan sesuai kebutuhan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Keterlibatan mahasiswa inbound dari Malaysia, Kamboja, Pakistan dan Syria menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat tahun ini. Mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia sekaligus mempelajari implementasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang menjadi salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini juga memperkuat jejaring internasional FKG UB serta memperkaya pengalaman akademik dan sosial bagi seluruh peserta yang terlibat. (*)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang