Mengenang Pahlawan Bangsa Mohammad Yamin, Tokoh Sejarah yang Lahir Hari Ini

Muchammad Nasrulloh Assidiqi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Foto Mohammad Yamin (Pinterest/elfaulina)
Foto Mohammad Yamin (Pinterest/elfaulina)

Malang, Radar Malang – Hari ini, 24 Agustus 2026 merupakan hari lahir Mohammad Yamin, pahlawan dan tokoh nasional awal kemerdekaan.

Sebagai tokoh nasional yang berjuang untuk kemerdekaan pada semasa hidupnya, Mr. Mohammad Yamin memberikan banyak sumbangsih pemikiran bagi republik ini seperti sumbangsih rumusan awal Pancasila.

Lantas, bagaimana perjalanan hidup dan sepak terjang yang beliau alami dari kecil hingga menjadi sosok yang berpengaruh dalam  Republik ini. 

Baca Juga: SMKN 1 Gedangan Peringati Sumpah Pemuda dengan Lomba Fashion Show Baju Adat Nusantara

Kehidupan Awal Mohammad Yamin.

Lembaran kisah Mohammad Yamin dimulai pada 24 Agustus 1903 di Sawahlunto. Ayahnya merupakan seorang mantri kopi dan tokoh adat di Minangkabau bernama Oesman Bagindo Khatib. Sedangkan ibu dari Mohammad Yamin sendiri bernama Siti Saadah yang berasal dari Solok.

Mohammad Yamin kecil menempuh pendidikan di Hollands Inlands School (HIS) di Palembang. Dia tercatat juga pernah bersekolah di Sekolah Pertanian dan Peternakan di Bogor namun tidak diselesaikan pada 1923. Hingga pada 1927 ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Algemene Middelbare School (AMS) Yogyakarta. Selepas lulus dari sekolah setingkat SMA tersebut ia melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum di Fakultas Hukum UI.

Baca Juga: Reog hingga Jaranan Warnai Upacara Sumpah Pemuda di Halaman Balai Kota Malang

Sepak Terjang Mohammad Yamin di Bidang Politik

Sejak mudanya Mohammad Yamin merupakan sosok yang akrab dengan politik. Keakrabannya dengan politik sudah tampak dengan mengikuti organisasi seperti Jong Sumatranen Bond saat ia duduk di bangku perkuliahan.

Tergabung dengan Jong Sumatranen Bond tersebut membuat Mohammad Yamin juga terlibat dalam Sumpah Pemuda 1928 di mana ia memberikan kontribusi besar di sana. Diketahui kontribusi terbesarnya yaitu ia merupakan perumus tiga butir ikrar Sumpah Pemuda yang kita kenal. Kontribusi lain yang ia catatkan yaitu dengan menjadi sekretaris dan notulen rapat  pada Sumpah Pemuda.

Tidak berhenti di sana,  perjuangan politik Yamin juga berlanjut melalui Partindo dan Gerindo. Hal yang paling menonjol dalam aktivitas politiknya yaitu pada saat menjadi anggota BPUPKI. Di sana ia terlibat juga dalam merumuskan Pancasila pada sidang pertama tanggal 29 Mei 1945. Selama di BPUPKI ia terlibat dalam panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan yang sukses menghasilkan Piagam Jakarta. Selepas BPUPKI dibubarkan, Mohammad Yamin juga tergabung dalam organisasi lanjutan BPUPKI yaitu PPKI. Di sana ia tergabung dalam Panitia Tujuh dan bertugas melakukan finalisasi Undang-Undang Dasar.

Lebih lanjut, Mohammad Yamin juga pernah menduduki posisi strategis di pemerintahan pasca kemerdekaan seperti  Menteri kehakiman tahun 1951, Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan tahun 1953 – 1955, dan Menteri Penerangan tahun 1962. Sebagai informasi, Mohammad Yamin meninggal saat ia berstatus sebagai Menteri Penerangan. Ia meninggal pada tanggal 17 Oktober 1962.

Baca Juga: Unmer Malang Peringati Sumpah Pemuda lewat Gelar Budaya Nusantara

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
Mohammad Yaamin Pahlawan Indonesiaa Hari Kelahiran