MALANG, RADAR MALANG - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) kembali memperkuat komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan Student Inbound 2026 yang berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Mengusung tema Building Your Personal Brand: Student Mobility & International Learning Experience at Universitas Brawijaya, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas budaya sekaligus mengembangkan kompetensi global.
Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Universiti of Malaya (UM) Malaysia, University of Health Science Cambodia dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Para peserta juga berasal dari empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Syria. Program ini sejalan dengan upaya Universitas Brawijaya dalam memperluas internasionalisasi melalui kegiatan mobilitas mahasiswa dan kolaborasi global.
Selama delapan hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi kuliah pakar, diskusi ilmiah, skill’s laboratorium, pengabdian masyarakat, seminar internasional, lomba ilmiah hingga kegiatan budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta internasional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan ilmu kedokteran gigi, tetapi juga membangun jejaring akademik dengan mahasiswa berbagai institusi serta saling bertukar kebudayaan.
Selain kegiatan akademik, peserta juga diajak mengenal lingkungan kampus dan kehidupan masyarakat di Kota Malang melalui berbagai aktivitas kebudayaan dan kebersamaan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk memahami budaya lokal seperti membatik, mengunjungi tempat wisata Kayutangan Malang dan masih banyak lagi.
Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antar peserta dan memberikan pengalaman bagi Mahasiswa FKG sendiri untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari berbagai negara.
“Full stomatch and full memories.” Ungkap salah satu peserta Inbound asal Universiti of Malaya, Heavinius Gunik. Disisi lain peserta asal Cambodia Hoem Sereyroth mengatakan bahwa terdapat kesamaan antara Indonesia dan Kamboja sehingga tidak sulit untuk beradaptasi. Serta sebagai para peserta juga berterima kasih kepada para panitia, dosen maupun LO dari kegiatan ini karena sudah membuat acara dengan sangat baik dan hospitality yang luar biasa. Salah satu peserta juga mengatakan bahwa pada awalnya dipertemukan sebagai orang asing dan sekarang dalam jeda waktu yang singkat menjadi orang-orang yang akan dirindukan. “Kindness becomes our common and it’s not goodbye, it’s see you again somewhere.”, ungkap salah satu peserta asal USU, Siera Yosarah.
Peserta asal Malaysia, Muhammad Nazrul Shah Bin Mohd Afizal juga mengatakan terima kasih karena sudah membawa kami ke sini, mendapatkan banyak teman baru dan mempelajari budaya yang berbeda-beda juga, belajar membatik bahkan Nazrul juga bercanda kalau memang batik asalnya dari Indonesia. Sangat senang dapat hadir dan membuat kenangan bersama selama di sini.
Melalui penyelenggaraan Student Inbound 2026, FKG UB terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan kedokteran gigi yang berorientasi global. Program ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan budaya, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Ke depan, FKG UB berkomitmen untuk terus menghadirkan program internasional yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. (*)
Editor : A. Nugroho