BROMINE 2026 Dorong Teknik Kimia Dukung Industri Hijau Berkelanjutan

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:55 WIB
BERDAYA: Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), menggelar The 2nd Brawijaya International Conference on Chemical Engineering (BROMINE) 2026.
BERDAYA: Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), menggelar The 2nd Brawijaya International Conference on Chemical Engineering (BROMINE) 2026.

MALANG, RADAR MALANG – Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), menggelar The 2nd Brawijaya International Conference on Chemical Engineering (BROMINE) 2026 secara daring pada 21–22 Agustus 2026.

Mengusung tema Green Process Engineering: Chemical Engineering Transformation Toward a Sustainable Industry 5.0,  konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai transformasi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Ketua Pelaksana BROMINE 2026, Dr Eng Ir Christina Wahyu Kartikowati, S.T., M.T., mengatakan konsep Green Process Engineering penting dalam menghadapi tantangan industri masa depan. Pendekatan tersebut mendorong efisiensi penggunaan energi dan sumber daya, pengurangan limbah dan emisi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan proses produksi yang ramah lingkungan.

VISIONER: Ketua Pelaksana BROMINE 2026, Dr Eng. Ir Christina Wahyu Kartikowati, S.T., M.T.
VISIONER: Ketua Pelaksana BROMINE 2026, Dr Eng Ir Christina Wahyu Kartikowati, S.T., M.T.

 

“Melalui BROMINE 2026, kami ingin menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan untuk melihat bagaimana teknik kimia dapat mengambil peran dalam transformasi menuju industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. Green Process Engineering menjadi pendekatan penting untuk mendorong efisiensi sumber daya, mengurangi limbah dan emisi, serta mengembangkan proses produksi yang semakin ramah lingkungan,” ujar Christina.

BROMINE 2026 diikuti 119 presenter dan tujuh non-presenter. Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan industri, antara lain CEO Indonesia Battery Corporation (IBC) Dr Eng Aditya Farhan Arif, Prof Prasad Kaparaju dari Griffith University, Australia, serta President Director PT LyondellBasell Advanced Polyolefins Rakhma Febriani, S.Si., M.T.

Forum tersebut juga menghadirkan plenary speaker dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Amerika Serikat. Materi yang dibahas mencakup teknologi hijau, energi bersih, material maju, hingga digitalisasi proses.

TERPERCAYA: BROMINE 2026 diikuti 119 presenter dan tujuh non-presenter.
TERPERCAYA: BROMINE 2026 diikuti 119 presenter dan tujuh non-presenter.

 

Kolaborasi turut diperkuat melalui keterlibatan Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Internasional Semen Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Politeknik Negeri Malang, dan Universitas Tribhuwana Tungga Dewi sebagai Co-Host University.

Sejumlah isu strategis menjadi fokus konferensi, di antaranya desain dan optimasi proses hijau, energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengendalian proses, pemodelan dan digitalisasi, material maju, bioproses, serta teknologi pangan dan farmasi.

BROMINE 2026 juga memberikan penghargaan Best Presenter kepada Marvel Wijanarko, Chandra Wahyu Purnomo, Nordin Abu Hassan, Cahyo Sunu, Bangkit Gotama, dan Rendra Prasetiyo.

Melalui konferensi ini, Departemen Teknik Kimia FTUB menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi akademik dan riset untuk mendukung transformasi industri yang inovatif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan sejumlah target *Sustainable Development Goals* (SDGs), khususnya energi bersih, inovasi industri, konsumsi dan produksi berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta kemitraan global. (drn/aw)

Editor : A. Nugroho
ftub bromine kimia